
Sebanyak 340 rumah tidak layak huni (rtlh) milik warga di Sidoarjo bakal direnovasi oleh Pemkab Sidoarjo. Renovasi tersebut merupakan bagian dari Program Bedah Rumah yang pembiayaannya menggunakan anggaran pemerintah.
Dari jumlah tersebut ada rumah milik Satukin, warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo yang luasanya kurang lebih 18 Meter Persegi. Rumah Satukin berdinding bambu, orang Jawa menyebutnya gedek atau sesek.
Pria berusia 45 tahun itu mendiami rumah itu tanpa keluarga ataupun sanak sodara. Istri dan anaknya pun memilih tinggal bersama orangtua.
Saat dikujungi Satukin menunjukkan kondisi rumahnya dengan tiang yang sudah miring, ditambah lagi atapnya yang rusak yang pastinya ketika hujan air masuk ke dalam rumah. “Ya seperti ini kondisinya,” ungkapnya Satukin saat menerima kunjungan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersama Tim Bedah Rumah, Kamis (22/9/2022).
Mendapat kabar bahwa rumahnya akan direhab oleh pemerintah, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itupun mengaku terkejut dan merasa senang.
Sebelumnya, secara simbolik Bupati Sidoarjo menyerahkan bantuan Program Bedah Rumah di Balai Desa Jatikalang, Prambon, Sidoarjo.
Gus Muhdlor mengatakan, program tersebut diupayakan ada setiap tahun. Pasalnya, bedah rumah adalah salah satu program prioritas pemerintah kabupaten.
“Diupayakan setiap tahun ada, dan sasaran penerima manfaatnya juga akan ditingkatkan jumlahnya,” ungkap Gus Muhdlor
Ia juga meminta peran aktif pemerintah desa (pemdes) dan semua pihak untuk ikut mensukseskan program bedah rumah. Pemdes juga dapat mengusulkan calon penerima program supaya Pemkab Sidoarjo dapat membantu kesulitan warga.
Gus Muhdlor menjelaskan, tahun ini ada 340 unit yang akan dibedah yang terdiri dari 50 unit rumah ditopang oleh APBD, 15 unit melalui program TMMD, dan 275 melalui APBN.
Program tersebut juga akan menggandeng lembaga lain seperti Baznas Sidoarjo karena tak sedikit program dari pusat maupun provinsi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten.







