
Dalam pelatihan budidaya tanaman pangan berbasis organik di Kabupaten Sidoarjo yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), anggota Komisi 7 DPR RI Saikhul Islam mengatakan bahwa saat ini para pemimpin dunia dihadapkan pada ketakutan langkanya bahan pangan.
Hal itu disebabkan oleh konflik bekepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Ukraina yang merupakan salah satu suplaiyer utama gandum dunia mengalami kesulitan mengirimkan hasil tanam gandumnya ke seluruh dunia.
“Pelatihan ini yang dibutuhkan semangatnya, kalau ilmunya bisa didapatkan dari mana saja,” kata pria yang juga akrab dengan sapaan GS itu, Jumat (23/9/2022) petang di Hotel Luminor Sidoarjo.
Di depan sekitar 200 peserta pelatihan GS juga berharap munculnya para petani-petani muda di Sidoarjo. Pasalnya yang hadir dalam pelatihan tersebut juga ada sebagian dari anak-anak yang masih berkuliah. Antusias mereka pun tampak dari ramainya dialog dalam sesi pertanyaan.
Pertanyaan mulai kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk meramaikansesi dialog. Sementara pupuk organik yang menjadi alternatif dirasa para petani tidak cocok untuk sawah.
Banyak dari para petani menyarankan pemerintah untuk memberikan pupuk organik cair yang telah terbukti bisa meningkatkan produktivitas tanaman padi.
“Kalau pakai pupuk biasa organik pastinya yang tumbuh bukan hanya padi, tetapi rumput, beda dengan pupuk organik cair,” terang M. Irwan salah satu petani dari Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Tetapi, lanjut Irwan, jika memakai pupuk biasa yang sebagian besar masih impor dikhawatirkan tingkat kesuburan tanah akan semakin berkurang. “Kalau pakai pupuk biasa ini saya takut tidak bagus untuk tanahnya,” ungkapnya.
Menurut pemateri dari BRIN Zaenal Arifin, terlalu banyak bahan kimia yang terkandung dalam pupuk tak hanya bisa menyebabkan kerusakan pada tanah, tetapi pada manusia yang mengkonsumsi makanan dari tanaman yang menggunakan pupuk kimia.
Salah satu pengusaha rumah makan di daerah Balongbendo bernama Abud Asyrofi mengaku terkesan dengan munculnya para petani muda di Sidoarjo barat. Pihaknya pun bersedia menampung serta memasarkan hasil panin para petani di tempat usahanya yang telah tersebar di berbagai tempat.







