Wapres Ajak Sarbumusi Manfaatkan Lahan Tidur

Wapres Ma’ruf Amin memberikan sambutan di acara Harlah Sarbumusi.

Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin pada Jumat (30/9/2022) berkunjung ke Pabrik Gula Tulangan, Kecamatan Tulangan Sidoarjo, Jawa Timur. Kehadirannya dalam rangka menghadiri napak tilas dan peringatan Harlah ke-67 Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).

Dalam sambutannya Wapres mengatakan bahwa dirinya bangga dengan Sarbumusi karena pada zaman dulu jadi satu-satunya organisasi yang bisa menandingi SOBSI yang merupakan serikat buruhnya milik PKI.

“Sarbumusi sudah sangat luar biasa. Dengan napak tilas ini kita mulai membangun kembali kejayaan Sarbumusi di masa yang akan datang dan dengan pola yang berbeda, serta orientasi harus berbeda sesuai dengan tantangan yang di hadapi,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf menjelaskan, dunia tengah dilanda ancaman berbagai krisis, tak terkecuali krisis ketenagakerjaan. Karena selain akibat digitalisasi, selama dua tahun ini juga dihantam pandemi COVID-19.

Selama Pandemi COVID-19, dunia kerja global memperlihatkan kerentanan akan disrupsi yang terjadi di bidang sosial-ekonomi, khususnya bagi pekerja migran, pekerja perempuan, pekerja informal, dan pekerja dengan disabilitas.

“Dunia kerja baru yang menjadikan pekerja sebagai pusat menuntut upaya pemulihan, yaitu dengan memperhatikan hak, kebutuhan, dan aspirasi buruh. Hal ini sejalan dengan mandat Deklarasi 100 Tahun Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO,” jelas mantan Rois Am PBNU itu.

Ma’ruf menegaskan bahwa pemerintah, pengusaha, dan buruh, mesti memperbarui komitmen bersama untuk mempersiapan pekerja dalam mengatasi krisis dan menghadapi dunia kerja di masa depan.

“Tenaga kerja yang produktif, memiliki kapasitas dan kapabilitas, serta tahan dan adaptif dalam situasi yang terus berubah, tentunya sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut,” ungkapnya.

Ma’ruf Amin juga menegaskan jika Nahdlatul Ulama (NU) yang menaungi Sarbumusi menganut paham ahlussunah wal jama’ah yang memiliki pola pikir mengambil jalan tengah.

“Inilah identitas Nahdliyin. Kerangka berpikir Nahdliyin yang disebut fikrah nahdliyah yang dilandaskan pada khittah nahdliyah dalam menentukan arah perjuangan untuk mewujudkan ishlah-al-ummah atau perbaikan umat, bangsa, dan negara,” terang Wapres dalam sambutannya.

Oleh karena itu, di peringatan hari lahir ke-67 Sarbumusi ini ia menyampaikan apresiasi atas kiprah Sarbumusi sebagai badan otonom NU sejak tahun 1955. Pasalnya, Sarbumusi menjadi salah satu dari lima organisasi pekerja terbesar di Indonesia dengan jumlah keanggotaan mencapai ratusan ribu.

Kekuatan itu menjadi modal penting bagi Sarbumusi untuk menjadi mesin penggerak transformasi pekerja yang bisa diharapkan.

Dihadapan anggota Sarbumusi Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan jika saat ini kondisi ekonomi Indonesia, mulai dari sektor energi, pangan mengalami krisis dan berpengaruh kepada nasib para buruh.

“Ada tantangan yang harus kita hadapi, kita semua tahu kedepan kita akan menghadapi krisis energi, pangan, dan finansial. Hal itu sangat berdampak bagi tenaga kerja atau buruh,” jelas keturunan Syaikh Nawawi Albantani itu.

Ma’ruf pun memberikan harapan untuk  menghalau masalah krisis pangan,  di antaranya pemanfaatan lahan tidur hingga melibatkan para buruh untuk berpartisipasi dalam pembangkitan energi terbarukan.

“Jangan sampai ada lahan tidur, jangan sampai ada tenaga kerja yang nganggur. Maka seharusnya masyarakat mendapatkan akses ke lahan tidur untuk pemanfaatan atau dimanfaatkan untuk ditanami,” harapnya.

Wapres juga mendorong masyarakat untuk men-support pelaku UMKM dalam memperkuat sektor perekonomian daerah melalui gerakan membeli produk lokal.

Konfederasi Sarbumusi adalah organisasi yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggotakan buruh, karyawan, dan tenaga kerja.

Sarbumusi merupakan serikat buruh yang didirikan oleh ulama NU di Pabrik Gula Tulangan, Kecamatan Tulangan Sidoarjo pada 27 September 1955.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *