
Demi melaksanakan amanat Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka, SMPN 1 Tulangan membuka Kelas Tahfid Quran dan Kelas Research pada tahun ajaran 2022-2023.
Kelas tersebut disosialisaskan di depan semua wali peserta didik saat pengambilan raport sekolah, bersamaan dengan penandatanganan MoU bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo untuk program Kelas Tahfid.
Kepala SMPN 1 Tulangan Agus Pujiono menjelaskan, kelas Tahfid Quran merupakan wujud dari pembangunan karakter dan pelestarian kearifan lokal yang ada di Kecamatan Tulangan. Pasalnya, tak sedikit sekolah Islam, TPQ, hingga pondok pesantren ada di Tulangan. Dan, tahun ini pihak sekolah menerima beberapa anak yang sebelumnya telah menghafal Alquran.
“Sebelum masuk ke sini mereka ternyata telah hafal beberapa juz, eman kalau tidak diteruskan di sekolah,” jelasnya saat ditemui di SMPN 1 Tulangan, Kamis (22/12/2022).
Ia menambahkan, hafalan mereka pun jumlahnya bervariasi. “Ada yang hafal juz 30 bahkan ada yang sudah hafal 5 juz,” tambahnya.
Targetnya, lanjut Agus, setelah lulus sekolah minimal anak-anak bisa menghafal hingga 6 juz. Beberapa sekolah menengah atas pun siap menerima mereka dengan jalur Tahfid Quran, karena memiliki program kelas yang sama.
Tahun pertama Kelas Tahfid itu dihuni oleh 15 anak dan mereka menjalani ujian hafalan di akhir semester. Pihak sekolah menggandeng Kemenag untuk ujian hafalan.
“Karena jumlahnya masih 15 anak kami menurunkan 1 orang penguji,” terang Kepala seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Sidoarjo Miftahul Arifin.
Arifin pun mengapresiasi pihak sekolah karena ada sekolah negeri yang membuka kelas Hafalan Alquran. Dan, memanfaatkan momen pengambilan raport sekolah untuk ditunjukkan kepada masyarakat bahwa ada program hafalan Quran di SMPN 1 Tulangan.
Keberhasilan program Kelas Tahfid Quran di SMPN 1 Tulangan ternyata didorong oleh peran salah satu guru yang merupakan lulusan pesantren. (Nis)








