Pengambilan Rapor di Spentula Diramaikan Bazar dan Kreasi Siswa

Peserta didik Spentula mendesain stand bazar saat acara pengambilan rapor sekolah, Sabtu (18/3/2023) di SMPN 1 Tulangan.

Ada yang berbeda dari acara pengambilan rapor peserta didik SMPN 1 Tulangan, Sidoarjo tahun ini. Pihak sekolah merancang kegiatan tersebut meriah dengan berbagai macam kegiatan dan tampilan.

Kepala SMPN 1 Tulangan Agus Pujiono menjelaskan, pengambilan rapor sekolah merupakan momen penting bagi setiap sekolah. Pasalnya, pada momen tersebut pihak sekolah bisa bertemu langsung dengan wali peserta didik.

“Sayang kalau tidak ada acara, inikan momen bisa kumpul sama wali murid,” terang Agus Pujiono, Sabtu (18/3/2023).

Tak ingin sama dengan tahun-tahun lalu, dalam momen kali ini pihak sekolah sengaja menampilkan berbagai karya anak-anak mulai kelas 7 hingga 9. Saat masuk sekolah para orangtua disuguhi bazar jajanan.

Di bazar tersebut, lanjut Agus, berbagai makanan dan minuman serta kerajinan dijual. Ada olahan minuman berbahan coklat hingga, pie susu, kain batik, udeng pacul gowang, dan lain-lain.

Setelah itu mereka bisa menikmati tampilan anak-anak di atas panggung. Setiap kelas memberikan suguhan mulai dari drama, tari-tarian, hingga penampilan music modern, dan karawitan.  

Agus mengatakan bahwa semua rangkaian acara merupakan bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Selain itu, produknya olahan merupakan hasil dari kegiatan Outdoor Learning.

“Jadi waktu lalu anak-anak ke Bali untuk berkunjung ke pabrik pie susu. Nah, sekarang mereka menyuguhkan hasil dari belajar di Bali kemarin,” kata Agus.

Selama dipimpin Agus Pujinon sekolah yang akrab dengan sebutan Spentula itu menerapkan banyak pembelajaran live skill. Artinya, banyak pembelajaran yang berbasis pada karya nyata yang berwujud dan bisa dinikmati langsung.

“Saya tanya ke anak-anak, kata mereka enak belajar di luar soalnya seru dan gampang nyantol,” ungkap Agus.   

Produk makanan dan minuman yang dijual di bazar ternyata melewati proses quality control. Sehingga bisa dipastikan hasilnya layak dinikmati.      

“Sahabis dari Bali anak-anak langsung praktek. Di sekolah dan di rumah. Ada yang gosong, ada yang adonannya terlalu tebal dan macam-macam,” terang Agus.

Ia berharap, dari proses itu anak-anak akan memiliki life skill sebagai bekal hidup mereka. Menariknya, ada salah satu mereka yang sudah berani menerima pesanan.

Agus pun sempat meminta respon orangtua, dan mereka mengapresiasi terhadap program sekolah itu. Sebagian mereka senang karena mendidik anak untuk mandiri.

“Kami mencoba mengurangi teori pembelajaran menjadi aksi nyata. Memanfaatkan potensi guru, meskipun prosesnya tidak ideal,” pungkas Agus. (Nis)

Panggung kreasi anak-anak Spentula saat acara pengambilan rapor sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *