
Pada kegiatan Masak Bareng Gus Bupati di SMPN 1 Balongbendo tampak pihak sekolah itu menunjukkan keseriusannya dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Pasalnya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diwujudkan secara massal dalam kegiatan tersebut.
Kepala SMPN 1 Balongbendo Arif Budiono, S.Pd., M.Pd menjelaskan, di usia SMP anak-anak sudah bisa dilatih untuk menjadi manusia yang berkompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila.
Hari ini, lanjut Arif, potensi mereka dikeluarkan. Mulai dari potensi seni hingga membuat produk kerajinan dan kuliner.
Pelaksanaannya, berupa pembuatan karya nyata dalam mata pelajaran Kewirausahaan. Seperti yang saat ini dilaksanakan bersama, yakni membuat berbagai macam olahan pangan kemudian dipamerkan.
“Hari ini ada 222 macam olahan pangan yang dibuat anak-anak dan dipamerkan di bazar hari ini,” kata Arif.
Tak hanya membuat karya nyata, kegiatan kali ini pihak sekolah menginginkan pembentukan karakter gotong royong, kreatif, dan mandiri sesuai dengan visi misi sekolah.
Arif mengkelaim, kegiatan tersebut diramaikan oleh sekitar 1500 orang. Mereka berasal dari peserta didik, paguyuban wali peserta didik kelas 7, dan guru-guru. Selain itu, ada keterlibatan dari pemerintah dan perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya terdapat stand bazar dari setiap kelas, tetapi ada tempat khusus yang memberikan kesempatan para undangan untuk masak bareng.
Arif pun mengapresiasi geliat orangtua dalam menyiapkan acara. Pasalnya, sehari sebelum pelaksanaan mereka menyiapkan stand masak dan bazar hingga larut malam.
Mereka bersemangat karena kegiatan kali ini dikonsep dengan membuat acara Memasak Bareng Gus Bupati.
Dikarenakan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo berhalangan hadir maka kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Penjamin Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Netty Lastingsih.
Netty mengapresiasi dan menganggap bahwa acara tersebut tak sekedar usaha penguatan tetapi juga perayaan bahwa SMPN 1 Balongbendo telah berhasil melaksanakan P5.
Ia menambahkan, amanat yang diemban di Dinas Pendidikan yakni memastikan pelaksanaan Kurikulum Merdeka berjalan sesuai harapan masyarakat. Salah satu amanatnya adalah meningkatkan skill anak-anak melalui pembelajaran kokurikuler P5.
“Anak-anak harus dibekali 3 hal, problem solving, critical thinking, dan kreatifitas karena mereka berada di zaman revolusi industri 4.0,” kata Netty.
Di masa mendatang, ujarnya, anak-anak akan dihadapkan pada kondisi harus memecahkan masalah. Selain itu mereka harus berfikir kritis karena keharusan untuk menciptakan hal baru.
Hari ini, SMPN 1 Balongbendo terbukti telah membekali anak-anak menghadapi revolusi industri. Selain itu, membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tugas lembaga pendidikan saja, tetapi juga semua unsur, pemerintah hingga masyarakat dan perusahaan.
“Ini ada pemerintah, aparat, pihak swasta, dan media yang meliput. Ini jadi pembelajaran gimana kita menjalin,” kata Netty. (Nis)








