Penyuluh Kemenag Bekali Siswa Baru SMK Plus NU

Pemateri dari Kemenag Nanang Kholidin saat memberikan materi di SMK Plus NU.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) minggu ini mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah, salah satunya SMK Plus NU yang memulai kegiatan tersebut pada hari ini, Senin (18/7).

Pada hari pertama sekolah tersebut menghadirkan pembicara dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo. Ia adalah Nanang Kholidin, seorang Penyuluh Agama Fungsional yang juga senior Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sidoarjo.

Kepada peserta ia menyampaikan materi tentang resiko pernikahan dini. Menurutnya, memasuki usia setingkat SMA anak-anak harus diberikan bekal wawasan pernikahan supaya mereka terhindar dari resiko pernikahan dini.

“Bukannya melarang menikah di usia muda, tetapi lebih kepada wawasan tentang pernikahan. Karena pernikahan itu butuh banyak persiapan,” tegas Nanang.

Ia menambahkan, usia muda identik dengan ketidakmatangan usia maupun wawasan. Artinya, jika terjadi permasalahan dalam rumah tangga kemungkinan tidak bisa menyelesaikan secara bijak . Selain itu, secara fisik pun belum siap untuk melahirkan. Yang terpenting lagi mereka kehilangan waktu mudanya untuk memperoleh pendidikan.

Pernikahan dini, lanjut Nanang, harus didukung oleh peran orangtua dan lingkungan. Intinya, kesadaran para orangtua dan lingkungan tentang  resiko pernikahan dini harus tersebar secara masif. “Jadi tidak hanya anak-anak saja yang diberikan wawasan. Semua elemen masyarakat harus tahu tentang resiko itu,” katanya.

Sehingga berimbas pada pengawasan dan pembatasan pergaulan anak-anak. Selain itu, akan terbentuk sikap tegas dalam menjaga masa depan anak. Dan secara medis terhindar dari kelahiran anak yang prematur. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *