Inginkan Regenerasi Pedalang, Ketua Pepadi Imbau Masyarakat Gemar Nanggap Wayang

Ketua Pepadi Sidoarjo Ki Djoko Supriadi saat menancapkan Gunungan Wayang sebagai tanda dimulainya Pagelaran Wayang, Jumat (4/11/2022) di Omah Budaya Anggaswangi.

Dalam rangka memperingati Hari Wayang Dunia dan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 7 November, Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Sidoarjo bersama dengan Universitas Negeri Surabaya Jurusan Bahasa dan Sastra Daerah menggelar Pagelaran Wayang Kulit.

Gelaran tersebut bertempat di Rumah Budaya Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo milik Romo Tawar pada Jumat (4/11/2022) malam. Adapun lakon yang ditampilkan kali ini yakni ‘Kresno Gugah’ yang dibawakan oleh 2 dalang muda bernama Ki Hari Murti Sigit Tyastomo dan Ki Firmansyah.

Kegiatan yang berlangsung malam hari tersebut dibuka oleh Ketua Pepadi Sidoarjo Ki Djoko Supriadi. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Wayang tidak hanya warisan Indonesia, namun juga telah menjadi warisan dunia.

“Wayang ini sudah jadi warisan semua bangsa yang ada di dunia,” kata Ki Djoko.

Karena itu, lanjutnya, regenerasi dalang di Indonesia harus dilestarikan. Artinya, dukungan masyarakat diperlukan untuk anak-anak muda yang ingin menekuni seni pedalangan. 

“Monggo, masyarakat dan hadirin ini harus sering nanggap wayang,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo itu.

Gelaran Wayang kali ini terasa meriah karena tak kurang dari ratusan orang menyaksikan. Hal itu menunjukkan, geliat Pagelaran Wayang telah kembali dan bisa dinikmati masyarakat usai pandemi Covid-19. (Nis)

Para pedalang muda yang hadir dalam peringatan Hari Wayang Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *