
Untuk menunjang kesuksesan pelaksanaan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) SMK Plus NU Sidoarjo menggelar workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change dan Sekolah Bebas Bullying.
Menurut Kepala SMK Plus NU Sidoarjo Nur Muchamad Sholichuddin, kegiatan tersebut sebagai pelengkap pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Program SMK PK. Pasalnya, perubahan Mindset sangat berperan mengarahkan pendidikan kepada capaian dan hasil pembelajaran. Sedangkan sekolah bebas bullying merupakan wujud dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
“Demi suksesnya program sekolah yang baru, kami ingin membekali dan menguatkan karakter anak-anak dan guru,” kata Sholichuddin, Senin (22/8).
Ia menambahkan, sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka maka warganya harus memiliki perubahan pola pikir yang menyesuaikan tuntutan zaman. Selain itu, kondisi lingkungan sekolah harus kondusif dan terbebas dari konflik. “Bullying itu yang terpenting bukan teorinya, tapi pelaksanaan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Jika ada permasalahan, lanjut Sholichuddin, yang termasuk dalam kategori bullying, maka pihak sekolah tidak segan-segan akan memberikan tindakan tegas. Yang terberat berupa mengeluarkan pelaku bullying dari sekolah.
Hal itu menjadi bentuk komitmen sekolah dan juga amanat pendidikan naungan NU Sidoarjo.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula SMK Plus NU itu mendatangkan pemateri nasional. Yang pertama seorang pengusaha dan juga motivator nasional Christin Wuryayano dan yang kedua seorang doktor yang menjabat sebagai Ketua Departemen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang bernama Muslihati.







