
Meski baru masuk dalam keanggotaan KONI Sidoarjo 2 tahun lalu, cabang olahraga Sambo tahun ini membuktikan diri dengan meraih 2 emas diĀ Pekan Olahraga tingkat Provinsi (Porprov) Jawa Timur Juli lalu.
Salah satu atlet muda Sambo Sidoarjo Shafa Alea Widodo mengaku menanti ajang tersebut untuk membuktikan sekaligus mengenalkan Sambo ke masyarakat.
Shafa memang salah satu atlet yang ditargetkan mendapatkan medali emas, wajar jika sejak babak penyisihan ia meraih kemenangan mutlak. Kemenangannya juga mencatatkan rekor dengan skor 0 bagi lawan-lawannya. Bahkan, di final pun ia tak tertandingi. “Dari cabor memang target emas, bukan medali lain,” tegasnya.
Saat melawan atlet Tuban ia meraih angka 9:0, kemudian dengan Malang 8:0, semi final pun saat melawan atlet Lumajang skornya lebih banyak, yakni 10:0. Ia menutup laga di final dengan perolehan angka 9:0 ketika melawan atlet dari Bangkalan.
Atlet berbakat kelahiran 9 Februari 2009 lalu itu ternyata memiliki rangkaian kemenangan di berbagai ajang bergengsi. Tidak hanya tingkat Jawa Timur maupun kabupaten, tetapi pernah meraih tingkat nasional, yakni di Jakarta Open pada 2019 lalu.
“Sebelumnya memang sering juara, tapi belum banyak orang yang tahu,” ungkapnya sambil tersenyum.
Pada Porprov 2022 ini Shafa diikutkan dalam kelas Sport 47 Kilogram. Kategori Sport merupakan bagian dari cabang tersebut yang hanya memainkan bantingan saja.
Dalam olahraga Sambo, mempertandingkan 2 kategori, yakni sport dan combat. Untuk kelas Combat cabor Sambo hampir mirip seperti Mix Marshall Art (MMA). Karena menuntut pukulan, tendangan, dan bantingan.
Seperti halnya Pencak Silat, dalam kejuaraan Sambo memberikan nilai tertinggi pada bantingan, meskipun ada tendangan dam pukulan.
Olahraga tersebut semakin populer karena menjadi beladiri yang digelutiĀ President Russia Vladimir Putin. Popularitas Sambo meningkatkan seiring dengan viralnya Sang President akhir-akhir ini.
Meski demikian, olahraga tersebut masih belum bisa dinikmati di sekolah-sekolah. Induk organisasi Sambo Sidoarjo saat ini sedang mengusahakan agar Sambo bisa mewarnai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
Menurut salah satu pelatih Sambo Sidoarjo Ika Adinda Salatun prestasi Shafa bisa jadi peluang untuk mempromosikan olahraga asal Rusia itu ke sekolah-sekolah. Minimal, untuk mengawalinya di sekolah Shafa sendiri, yakni SMPN 2 Sidoarjo.
“Minimal, ada teman dan tempat terdekat bagi Shafa untuk berlatih Sambo yakni di sekolah,” terang Ika.
Saat ini Sidoarjo hanya memiliki satu perguruan Sambo yakni Yanitra yang terletak di Sukodono. Perguruan tersebut menjadi tumpuhan perolehan medali bagi Sidoarjo.
Jika pihak sekolah-sekolah memberikan peluang, maka Shafa dan teman-temannya bisa mengenalkan Sambo ke peserta didik. Selain itu, memiliki tempat alternatif untuk berlatih.
Olahraga Sambo merupakan Olahraga beladiri ke-2 bagi Shafa. Sebelumnya, ia merupakan atlet Judo.
Shafa mengenal Judo dari ayahnya yang juga seorang pelatih dan atlet. Karena itu, bakat olahraga beladiri itu diwariskan dari sang ayah Haryo Widodo.
Menurutnya, Judo dan Sambo memiliki kemiripan. Tetapi di Judo tidak mengutamakan pukulan dan tendangan.
Karena itu, Shafa ingin merasakan sensasi berlatih beladiri yang menuntut kemampuan yang komplit. Sambo jadi alternatif olahraga yang dipilih dan direstui oleh orangtua.
Gadis belia kelahiran 9 Februari 2009 itu mengaku telah menggeluti Sambo selama kurang lebih 6 tahun. Deretan prestasi pun ia torehkan seperti Kejurprov yang meraih 2 kali medali emas. Selain itu, pada tahun 2019 lalu ada Jakarta Open yang juga membawa pulang emas. Di tahun yang sama, ada Kerawang Open yang juga menorehkan prestasi tertinggi. Dan di Tahun 2016, piala Walikota Surabaya yang juga mendapat medali emas.
Usaha dan perjuangan yang tidak mudah bagi seorang Shafa untuk memperoleh berbagai raihan itu. Hingga saat ini Shafa masih giat berlatih dan mencari pengalaman dari atlet-atlet senior.
Jika dihitung, Shafa bisa 5 kali latihan dalam seminggu. Durasi latihan pun berkisar antara 2 hingga 3 jam.
Namun, ia mengaku tidak merasa berat karena sosok kakak Kenshi Widodo selalu menemani. Dan prestasi pun terinspirasi dari kakak yang juga atlet Sambo Sidoarjo.
Berbagai pengalaman pun diberikan sang kakak, terutama dalam menjaga kondisi fisik dan cara terhindar dari cidera. Karena ada pengalaman cidera yang sempat diderita Shafa, yakni keseleo pada pergelangan kaki, yang disebabkan karena salah tumpuhan saat melakukan bantingan.
“Pernah sakit di kaki karena lost control saat melakukan bantingan,” ungkap gadis yang bercita-cita jadi seorang intelegen tersebut.
Ia pun mengaku, semangatnya berlatih Sambo juga karena keyakinan bahwa olahraga tersebut dapat menunjang karirnya. Dan itu sudah ia rasakan saat masuk SMP dengan memanfaatkan jalur prestasi.
Bonus jutaan rupiah dari Bupati Sidoarjo pun menantinya usai meraih emas di Porprov Jawa Timur. Tentunya, untuk memacu semangat berlatih dan mencukupi kebutuhan selama latihan.
Shafa berharap, tahun ini semakin banyak peserta didik yang menggeluti Sambo dan juga merasakan kesuksesan yang pernah dirasakannya. “Semoga semakin banyak anak-anak yang ingin latihan Sambo. Dan mereka juara,” pungkasnya.









Mantab,,sukses ya mbak shafa