
Penampilan teater, puisi, dan pantomim ramaikan hari kelima Festival Seni Munali Patah (FSMP) 2022 di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) Art Center, Kamis (8/9/2022) malam.
Penampilan sejumlah kesenian itu memikat ratusan pengunjung festival hingga gelaran berakhir. Selain seniman dan masyarakat umum, tampak pelajar dan mahasiswa juga hadir.
Untung RK mengawali penampilan dengan membawakan puisi. Pegiat seni Sidoarjo yang sehari-hari sebagai Guru Seni Budaya SMPN 55 Surabaya itu berhasil menghipnotis pengunjung dengan puisi berjudul Maskumambang karya WS Rendra.
“Kondisi negeri ini, di antaranya soal politik yang banyak memainkan agama dan alam, yang sudah disuarakan oleh Bang Rendra perlu kita sampaikan lagi saat ini, agar diketahui oleh masyarakat,” kata Untung usai tampil.
Setelah penampilan Untung, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Firdausi membaca puisi berjudul Rindu yang Menggugat karya Aditya Permana. “Puisi ini intinya bicara soal matinya akal sehat, darurat akal sehat,” katanya singkat.
Kegiatan tersebut juga diramaikan peserta dari luar kota. Velly Hilda E dari Oemah Pantomim Banyuwangi menampilkan pantomim berjudul Cinta.
Pantomim tersebut bercerita gaya berpacaran anak muda zaman now, yang kadang tidak sungkan bermesraan di depan umum. Selain itu, menggambarkan anak-anak zaman sekarang yang suka berjoget Tik Tok.
Selanjutnya, Teater Republik yang menampilkan naskah berjudul Tangis karya Agoos Noer, yang disutradarai oleh ketua Teater Republik Jefry Dio Firmansyah.
Menurut Ketua Komite Teater Dekesda Mulyono Muksin, tampilan Teater Republik menarik karena menceritakan polemik keluarga yang berebut warisan berupa usaha batik tulis, setelah pemiliknya meninggal dunia.
Selain Teater Republik, FSMP 2022 juga menampilkan pertunjukan Forum Teater Sidoarjo dengan naskah berjudul Jendral Gentayangan yang disutradarai oleh Robby. Selain itu, ada penampilan monolog oleh Ma’rifatul Latifah dengan judul naskah Pamawang.







