Kiai Khusen Jelaskan Pentingnya Kebudayaan bagi Warga Muhammadiyah

Menachem Ali saat memberikan materi di Seminar Budaya PWM Jawa Timur di Aula Mas Mansyur Umsida, Sabtu (14/10/2023).

Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dibuka dengan menggelar Seminar Budaya bertemakan Khazanah Kebudayaan Islam di Era Kontemporer.

Seminar tersebut menghadirkan 2 pemateri nasional yakni Kiai Khusen dan Ustad Manachem Ali. Dalam kesempatan itu mereka membahas arti penting kebudayaan dalam Islam dan beberapa sejarah Muhammadiyah.

Mengawali sesi seminar Kiai Khusen yang merupakan ketua lembaga seni budaya pusat Muhammadiyah menjelaskan tentang makna wajib dalam sebuah agama. “Hal wajib harus ada yang mendukung. Artinya, yang mendukung itu hukumnya wajib,” terangnya, di aula Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (14/10/2023).

Ia pun menambahkan dengan memberikan beberapa contoh seperti salat. Jika salat merupakan ibadah wajib, maka berbagai hal yang mendukung juga bersifat wajib, seperti pakaian dan perangkat salat lainnya.

Perangkat pendukung itu merupakan hasil dari pemikiran dan kebudayaan. Artinya, agama dan budaya tidak terpisah.

Ia pun mempertegas perbedaan antara kebudayaan dan kesenian. Pasalnya, selama ini orang menganggap budaya itu kesenian. Padahal, ada aspek cara berfikir yang menjadi bagian dalam kebudayaan.

Sementara itu pemateri kedua Manachem Ali menujukan beberapa contoh produk kebudayaan, di antaranya manuskrip Islam yang ditulis pada zaman dulu.

Manachem menemukan sebuah Alquran yang dimaknai dalam aksara Jawa. Alquran itu bernama Quran Jawen ditulis oleh Mas Ngabehi Muhammad bin Abdul Muslim, seorang tokoh penting di Muhammadiyah.

“Selain ada Pegon juga ada aksara Jawa yang ditulis untuk menerjemahkan Alquran,” kata ahli dan pengkaji manuskrip kuno itu.

Ia pun mengkritik warga Muhammadiyah zaman sekarang. Menurutnya, saat ini Muhammadiyah butuh gerakan penyadaran antara agama dan budaya.

Pasalnya, tokoh Muhammadiyah zaman dulu telah memberikan pondasi kuat pentingnya kebudayaan. Selain Quran Jawen ada Kidung Rahayu yang diberikan pengantar oleh K.H. A.R. Fachruddin yang juga merupakan tokoh penting Muhammadiyah. (Nis)

Manachem Ali menunjukkan manuskrip tulisan tokoh Muhammadiyah yang dimaknai dalam bahasa Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *