MGMP PJOK Gelar Pelatihan RJP

MGMP PJOK Sidoarjo

Narasumber memberikan keterampilan RJP Jantung dan Paru di SMPN 2 Sidoarjo Selasa (21/4/2026).

Guru-guru PJOK SMP negeri dan swasta se-kabupaten pada Selasa hingga Rabu (21–22/4/2026) mengikuti kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di SMPN 4 Sidoarjo dan SMPN 1 Tulangan.

Pembina MGMP PJOK Kabupaten Sidoarjo Fanti Agustina, S.Pd menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Tema kegiatan kali ini berhubungan dengan Bola Basket, kesehatan jantung dan paru-paru.

“Kali ini temanya peningkatan kompetensi Bola Basket dan Resusitasi Jantung dan Paru,” kata Fanti.

Fanti menambahkan, hal itu sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan guru PJOK dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.

Ia pun menjelaskan bahwa guru PJOK juga memiliki tanggung jawab tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga harus menjamin keselamatan peserta didik selama proses pembelajaran.

Menurut kepala SMPN 2 Tarik itu guru PJOK harus mampu menjadi penolong pertama saat terjadi cedera di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan pertolongan pertama pada cedera olahraga menjadi bagian penting dalam kegiatan PKB kali ini.

Pelatihan RJP bermanfaat ketika menghadapi kondisi seperti pingsan mendadak, henti napas, atau henti jantung saat beraktivitas. Melalui pelatihan ini, guru PJOK dapat mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, melakukan pemeriksaan kesadaran dan pernapasan, memberikan kompresi dada yang tepat, hingga langkah awal penyelamatan sebelum mendapat penanganan medis.

“Ini sangat penting karena penanganan cepat pada menit-menit pertama jadi peluang keselamatan korban. Serta mencegah risiko kerusakan organ akibat keterlambatan pertolongan,” tegas Fanti.

Fanti Agustina menegaskan, pembelajaran PJOK yang baik bukan hanya tentang teknik dalam olahraga, tetapi juga membangun keselamatan, sportivitas, disiplin, kepedulian, dan pembelajaran tanpa kekerasan.

Kegiatan PKB kali ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo (Kadisdikbud) Dr. Tirto Adi, M.Pd. Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ia menegaskan bahwa pembelajaran PJOK harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Menurutnya, guru PJOK dituntut mampu membangun pendekatan pembelajaran yang humanis, mendidik dengan keteladanan, serta mengedepankan pembinaan karakter daripada hukuman yang menimbulkan trauma.

“Olahraga sejatinya menjadi sarana membangun sportivitas, disiplin, kerja sama, dan semangat positif, bukan menjadi ruang yang menakutkan bagi siswa,” tegas Tirto.

Selain Kadisdikbud beberapa narasumber lain seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Pengkab PERBASI Sidoarjo juga hadir. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *