Peran TA jadi Penentu Keberhasilan Program Pemerintah di Sidoarjo

H. Abud Asyrofi mendampingi peserta pelatihan praktek pembuatan olahan bawang merah di Hotel Luminor pada Ahad, (16/10/2022).

Usai memberikan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik pada Sabtu (15/10) kemarin, hari ini di tempat yang sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan pelatihan, yakni cara mengolah bawang merah.

Berbeda dengan Sabtu kemarin yang memberikan pelatihan kepada masyarakat Krian, kali ini BRIN melatih 200 perwakilan masyarakat Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Kegiatan tersebut kembali dibuka oleh anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam. Pasalnya, pelatihan pengolahan bawang merah merupakan bagian dari  kerja sama yang dikembangkan oleh DPR RI dan BRIN.

Saikhul Islam menjelaskan bahwa pelatihan di Sidoarjo pesertanya berbeda-beda karena kebutuhan setiap masyarakat di beberapa tempat juga berbeda. “Kemarin masyarakat Krian butuh pelatihan pembuatan kompos, sekarang warga Balongbendo ingin membuat inovasi olahan dari bawang merah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tidak semua pelatihan yang diikuti masyarakat menyesuaikan program pemerintah. Karena itu, DPR RI yang menjadi mitra pemerintah berhak memberikan usulan kebutuhan masyarakat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Peran pengusaha dan Tim Ahli (TA) DPR RI menurut Syaikhul juga perlu diapresiasi. Pasalnya, mereka sering memberikan masukan terkait aspirasi masyarakat Sidoarjo yang perlu difasilitasi.

Syaikhul mengaku, salah satu tim ahlinya bernama Abud Asyrofi jadi penentu keberhasilan program DPR RI dan pemerintah di Sidoarjo. Berbagai macam pelatihan untuk masyarakat Sidoarjo barat dari Kementerian dan lembaga negara lainnya merupakan masukan dari Abud. Karena selama ini ia ditugaskan untuk mengetahui dan menjaring aspirasi masyarakat di wilayah itu.

“Saya tidak sendirian. Kami punya tim khusus yang menjadi jembatan saya dan masyarakat, ketuanya adalah Mas Haji Abud,” terang GS sapaan putra ke-2 Kiai Agoes Ali Masyhuri itu, Ahad (16/10/2022) di Hotel Luminor usai kegiatan.

Pelatihan olahan bawang merah kali ini dipandu oleh Peneliti Ahli Muda BRIN Aniswatul Khamidah. Ia memberikan pelatihan pembuatan cemilan, pasta, dan minyak dari bawang merah.

Sebanyak 200 peserta yang hadir pun antusias karena sebagian besar dari mereka mengaku belum pernah membuat bermacam olahan dari bawang merah. (Nis)

Peneliti Ahli Muda BRIN Aniswatul Khamidah memberikan contoh kepada peserta pelatihan mengolah bawang merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *