SMPN 4 Sidoarjo Gelar Ludruk Selama 2 Hari

Adegan pertarungan Sarip Tambak Oso melawan antek penjajah di aula SMPN 4 Sidoarjo, Senin (13/5/2024).

SMPN 4 Sidoarjo kembali menunjukkan keseriusannya merawat budaya dan tradisi Nusantara. Hal itu ditunjukkan dalam Asesmen Sumatif Akhir kelas IX dengan menggelar Pameran Karya dan Pagelaran Ludruk.

Kepala SMPN 4 Sidoarjo Lilik Sulistyowati menjelaskan, tahun ini menggelar Ludruk, tahun lalu pada moment yang sama menggelar Ketoprak.

“Asesmen ini penilaian lintas mapel (mata pelajaran). Salah satunya dengan menampilkan Ludruk dan Ketoprak yang masuk dalam penilaian Bahasa Jawa,” terang Lilis, sapaannya, Senin (13/5/2024) di aula SMPN 4 Sekolah.

Ia menambahkan, selain aspek Bahasa Jawa juga ada pelajaran IPS, prakarya, dan seni budaya.

Asesmen Sumatif Akhir kelas IX tersebut menjadi bagian dari syarat kelulusan peserta didik. Sehingga, wajib diikuti seluruh peserta didik kelas IX.

Selain itu, kata Lilis, gelaran kesenian tradisional tersebut bertujuan untuk mengenalkan anak-anak terhadap kearifan lokal yang telah ada di Indonesia terutama di Sidoarjo dan sekitarnya. Artinya, mereka tak hanya dikenalkan secara teori saja.

“Supaya anak-anak tahu dan ingat terus,” kata Lilis.

Ludruk kali ini bertema Perjuangan Sarip Tambak Oso. Ia merupakan sosok pahlawan pemberani yang demi kemerdekaan harus melawan penjajah bahkan keluarganya yang bersekongkol dengan Belanda.

Selain menyuguhkan kisah heroic Sarip Tambak Oso, gelaran yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut juga menjadi bagian penanaman karakter peserta didik. Di antaranya, anak-anak berlajar bergotong royong dan bekerja sama dalam mempersiapkan penampilan dan karya-karya.

Untuk mensukseskan gelaran Ludruk, pihak sekolah bekerja sama dengan Dewan Kesenian Sidoarjo.

Stan bazar prakarya juga turut meramaikan kegiatan tersebut. Setiap kelas menyuguhkan berbagai produk prakarya yang berbeda-beda, seperti makanan dan produk kerajinan dari bahan tak terpakai.

“Anak-anak belajar menyajikan makanan yang menarik dan juga memikirkan kandungan gizinya,” pungkas Lilis. (Nis)

Peserta didik SMPN 4 Sidoarjo Nasywa Ardillawati sedang menghias tumpeng mini yang akan dinilai para juri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *