
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 dirayakan SMPN 1 Tulangan dengan menggelar gebyar salawat. Menariknya, pihak sekolah mengemas salawat dengan nuansa berbeda dari biasanya.
Kepala SMPN 1 Tulangan Agus Pujiono menjelaskan, tahun ini anak-anak mengemas salawat dengan iringan Gamelan Jawa. Pasalnya, dalam peringatan tersebut juga menampilkan kearifan lokal.
“Kami kolaborasikan salawat banjari sama gamelan. Iya, seperti Kiai Kanjeng supaya memberi nuansa berbeda kepada pecinta salawat,” kata Agus saat ditemui di sela-sela acara, Senin (23/10/2023).
Ia menambahkan, Spentula tahun ini tidak hanya menggelar perayaan HSN, tetapi juga Maulud Nabi Muhammad Saw. Sehingga, ada tampilan salawat yang meramaikan acara itu.
Guru Gamelan Jawa Spentula Kevin Pujiyanto yang mengemas iringan salawat dengan Gamelan Jawa. Ia pun mengenakan pakaian ala santri saat tampil, padahal ia seorang Nasrani Tionghoa.
Selain penampilan-penampilan, juga ada kegiatan santunan yang dilakukan oleh Dharma Wanita SMPN 1 Tulangan. Total dana santunan yang disalurkan sekitar 7,2 juta. Peruntukannya yakni anak-anak yang orangtuanya berpenghasilan di bawah upah minimum.
Selain itu, terdapat pemberian bisyaroh kepada guru-guru ngaji yang mengajar di SMPN 1 Tulangan. Mereka merupakan guru ngaji di kampung yang telah bekerja sama dengan pihak sekolah.
Keberadaan mereka juga akan dilibatkan dalam ujian mengaji yang dilaksanakan di sekolah. Pasalnya, Spentula telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam menstandarkan kompetensi membaca Alquran.
Selain salawat juga ada lomba-lomba digelar digelar, salah satunya pemilihan dai cilik (pildacil). Setiap kelas diwajibkan mengikuti perlombaan tersebut untuk meramaikan acara.
“Kegiatan ini memang kami khususkan untuk menampilkan potensi anak-anak, tidak mengundang penceramah atau kiai,” pungkas Agus. (Nis)








