
Peringatan HUT 79 RI di SMPN 1 Tulangan (Spentula) dilaksanakan selama hampir seminggu. Pasalnya, pihak sekolah menggelar beberapa macam lomba yang membutuhkan proses tidak singkat. Seperti lomba antar kelas, mengolah sampah, sepeda hias, dan lainnya.
Menariknya, lomba-lomba tersebut diarahkan untuk mendukung sekolah Adiwiyata dan P5.
Kepala Spentula Agus Pujiono menjelaskan, moment kemerdekaan jadi wadah membentuk karakter anak-anak. Khususnya penguatan kesadaran lingkungan dan sosial.
“Untuk Adiwiyata, kita bangun budayanya dulu. Bukan sulapan,” terang Agus saat ditemui di sekolah, Jumat (16/8/2024) pagi.
Ia menambahkan, salah satu pembentukan budaya diwujudkan melalui lomba-lomba di bulan Agustus ini.
Untuk lomba menghias sepeda dan karnaval sepeda angin jadi lomba kegiatan yang menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, dilaksanakan dengan keliling kampung.
“Karnaval dan lomba sepeda hias inikan juga salah satu usaha untuk mengurangi emisi karbon dan pola hidup sehat,” kata Agus.
Adapun lomba lainnya, seperti menghias kelas. Lomba tersebut selain memperindah tempat belajar juga memupuk gotong royong.
Agus yakin, kualitas ruang belajar akan berdampak pada kualitas pembelajaran.
Hal menarik lainnya berasal dari lomba pengelolaan sampah. Seperti memilih dan memilah serta memanfaatkan sampah dan limbah.
Selama proses mengikuti perlombaan itu anak-anak juga dibiasakan untuk hemat listrik, air, dan lain-lain. Memanfaatkan air untuk hal bermanfaat, seperti air bekas wudu untuk menyiram tanaman.
Penanaman karakter peserta didik juga dibangun hingga ke masjid. Mulai dari menata sandal yang dilakukan per kelompok hingga hemat air dan listrik masjid.
Sebagai pimpinan sekolah Agus berkeinginan menjadikan Spentula sebagai sekolah Adiwiyata yang benar-benar berbudaya Adiwiyata. Dan meluluskan anak-anak dengan kecakapan sosial dan lingkungan di masyarakat.








