
Gelaran kelulusan peserta didik atau Purnawiyata bulan ini sedang ramai-ramainya dilaksanakan oleh sekolah. Tak terkecuali SMPN 2 Tanggulangin.
Kepala SMPN 2 Tanggulangin Supriyanto menjelaskan, pada purna didik atau Purnawiyata XXVII tahun ini pihak sekolah meluluskan 213 anak.
Selain sebagai acara kelulusan, gelaran tersebut juga menjadi wadah memamerkan potensi sekolah kepada wali peserta didik.
Tak hanya itu, terdapat momen menarik saat pelaksanaan acara Purnawiyata. Yakni, penampilan tari Panin Bandeng.
“Ini tari asli buatan SMPN 2 Tanggulangin,” jelas Supriyanto, Kamis (13/6/2024).
Tari tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu produk original SMPN 2 Tanggulangin. Pasalnya, dibuat oleh guru tari sekolah bernama Anisa Rizky.
Tari yang diperagakan 3 penari itu terinspirasi dari kearifan lokal yang ada di sekitar SMPN 2 Tanggulangin. Yakni, tentang daerah yang masyarakatnya identik dengan petani tambak penghasil ikan Bandeng.
Adapun tingkat kesulitan dalam tarian itu. Penari dituntut untuk bisa mengikat dan melepaskan selendang yang melingkar di pinggang, yang seolah-olah selendang tersebut adalah jaring ikan.
Acara Purnawiyata XXVII itu dipandu oleh 3 orang MC. Setiap MC menggunakan bahasa yang berbeda. Yang terdiri dari bahasa Inggris, Indonesia, dan Jawa (krama).
Ketiga bahasa tersebut merupakan simbol persatuan global dan nasional serta karakter lokal. Sehingga, pihak sekolah menampilkan ketiga bahasa tersebut di acara Purnawiyata. (Nis)








