
SDN Sumberejo 1 merupakan sekolah yang letaknya cukup strategis karena Berada di tengah desa dan areanya jadi satu dengan kantor desa. Tentunya, tak sulit menemukan alamat sekolah itu.
Karena berdampingan dengan kantor desa kedekatan antara sekolah dan pemerintah desa terjalin cukup kuat. Pihak desa merasa memiliki sekolah sehingga memberikan dukungan jika sekolah membutuhkan.
Salah satunya, mengizinkan musala desa untuk dipakai kegiatan keagamaan. Adapun kegiatan lainnya seperti pembangunan pagar sekolah dan fasilitas sekolah lainnya yang berkolaborasi dengan pemerintah desa.
“Anak-anak kelas 4, 5, 6 sering pakai musala di balai desa. Pak lurah mempersilahkan kalau anak-anak ingin pakai,” terang Kepala SDN Sumberejo 1 Siti Aisiyah, S.Pd.SD.
Untuk pagar sekolah, pihak desa merasa perlu membantu mendirikan karena faktor keamanan. Pasalnya, belakang sekolah merupakan lapangan sepakbola dan perkebunan tebu serta area persawahan.
Kedekatan dengan pemerintah desa mendorong pihak sekolah menjaga mutu pendidikan. Karena itu guru-guru dan peserta didik harus memiliki berbagai macam program dan inovasi di sekolah.
Hal itu untuk membuktikan bahwa SDN Sumberejo 1 serius menjaga sekolah supaya terus diminati masyarakat. Selain itu menjaga kepercayaan pemerintah desa sebagai sekolah andalan di desa.
Ais sapaannya menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya membuat program pembiasan yang unik, seperti Sahaja, Shadu, dan Ki Hajar, serta Berkah. Nama program-program tersebut sengaja dibuat menarik supaya masyarakat penasaran dan ingin tahu.
“Sahaja itu berarti Siswa Hafal Juz Ammah, Shadu adalah Shalat Duhur Berjamaah, sedangkan Ki Hajar adalah Kreasi Inovasi Hiburan dan Belajar,” terang Ais.
Ia menambahkan, dibuatnya nama-nama tersebut juga untuk memudahkan anak-anak menghafal dan mengetahui nama program di sekolah.

Untuk program Hafalan Juz Ammah dilakukan secara bertahap selama anak-anak bersekolah di SDN Sumberejo 1. Nantinya, anak-anak akan ditampilkan saat pelepasan peserta didik kelas 6.
Capaian itu juga jadi salah satu bentuk keberhasilan pendidikan di SDN Sumberejo 1 selain nilai raport sekolah. Artinya, lulus dari SD anak-anak sudah memiliki bekal hafal surat-surat pendek.
Karena itu, setiap hari Jumat guru-guru disibukkan untuk mengawal dan mengawasi setoran hafalan.
Menurut Ais, anak-anak yang beragama Islam wajib hafal juz tersebut. Pasalnya, bacaan dalam Juz Ammah sering digunakan untuk salat.
Untuk program lainnya dilaksanakan selain hari Jumat. Seperti Shadu yang dilaksanakan setiap Kamis.
Namun, hari Jumat adalah waktu penting dan tersibuk untuk membangun karakter spiritual anak-anak. Selain hafalan, hari Jumat juga memiliki agenda kegiatan lain yang dinamakan Berkah atau yang dikenal banyak orang dengan istilah Jumat Berkah.
“Meskipun SD, kegiatan keagamaan kami cukup banyak,” terang Ais.
Tak hanya kegiatan keagamaan, para guru juga memberikan kegiatan lainnya seperti terapi. Yang selama ini dilaksanakan adalah terapi musik yang dikombinasikan dengan kata-kata motivasi.
Ais mengatakan, hal itu bertujuan supaya anak-anak bisa fokus belajar. Selain itu, untuk memberikan motivasi dalam bersekolah dan menuntut ilmu.
“Anak-anak senang ketika mengikuti terapi. Dan terapi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun ini,” ungkap ketua K3S Kecamatan Wonoayu itu.

Guru-guru juga dituntut untuk membuat media pembelajaran yang menyenangkan dan kekinian. Intinya, mendorong guru-guru menciptakan suasana menyenangkan selama pembelajaran di kelas.
“Sekarangkan zamannya AI. Kita juga memanfaatkan itu. Ada juga aplikasi seperti word wall juga kita pakai,” kata Ais.
Pemanfaatan perangkat multimedia seperti kamera dan komputer juga dioptimalkan. Terutama untuk keperluan perlombaan seperti lomba video edukasi yang dilaksanakan awal tahun ini.
Kegiatan yang digelar oleh Puskesmas Kecamatan Wonoayu itu berhasil dimenangkan SDN Sumberejo 1. Tim sekolah memenangkan lomba dengan tema video pemberantasan sarang nyamuk.
SDN Sumberejo 1 juga memiliki tablet android yang digunakan sebagai penunjang pembelajaran. Sebanyak 38 tablet didapat dari BOS Kinerja pada 2020 lalu.
“Itu didapat dari penilaian ANBK bagus,” terang Ais.
Kinerja baik sekolah juga mendapat apresiasi dari beberapa perusahaan swasta. Sehingga beberapa produk seperti Lifeboy, Yakult, Dancow, Milo, Cleo sempat menggelar kegiatan di SDN Sumberejo 1.
Produk-produk tersebut tak hanya promosi tetapi juga menggelar sosialisasi, seminar, dan bakti sosial terkait kesehatan anak dan lingkungan. Bahkan, ada yang menggelar 2 kali dalam setahun.
Perusahaan negara seperti PLN juga tak mau kalah untuk berkontribusi ke sekolah. Saat ini ada 4 anak menerima manfaat tambahan biaya pendidikan dari perusahaan listrik negara itu.
Beberapa bulan lalu TNI AU juga menggelar kegiatan di SDN Sumberejo 1. Mereka pun sempat memberikan bantuan untuk anak-anak. (Nis)








