Rawat Kebudayaan dan Prestasi Siswa

SDN Candipari 2 Kecamatan Porong

Kesenian tradisional Karawitan dan tari di SDN Candipari 2.

Permasalahan SPMB sempat membuat SDN Candipari 2 viral dan jadi perbincangan. Berbagai pemberitaan online pun memuat berbagai sudut pandang.

Namun, di balik persoalan yang terjadi SDN Candipari 2 memiliki potensi unik dan menarik untuk disimak. Sekolah yang letaknya berdekatan dengan masjid itu sejak lama memang diminati masyarakat.

Hal itulah yang membuat kepala SDN Candipari 2 Susanto, S.Pd merasa sulit membatasi para pendaftar. “Saya itu tidak tega menolak mereka. Berat sekali,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat penerimaan pendaftaran pihak sekolah telah mengumumkan bahwa penerimaan di SDN Candipari 2 hanya 1 kelas. Dan tidak akan membuka penambahan jumlah rombongan belajar. Namun, masyarakat tetap memaksa untuk mendaftar.

“Masyarakat tahu kita tidak mungkin membuka 2 rombel, karena ruangan kita terbatas,” ungkap Susanto.

Seandainya, lanjut Susanto, ada kelas atau ruangan lagi pihaknya pasti membuka pendaftaran untuk 2 rombel. Namun, ternyata sejak dulu sekolah itu terkendala dengan jumlah ruangan. Artinya, masih mengalami kekurangan ruang untuk pembelajaran atau kegiatan lainnya.

Untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar pihak sekolah menggunakan ruangan yang dulunya digunakan untuk menyimpan gamelan. Artinya, ruangan Gamelan dipersempit supaya sisa ruangan bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

“Kami punya Gamelan lengkap. Ada Pelog dan Slendro. Karena tempatnya sempit, kita sisakan Slendro di sekolah. Yang Pelog ditaruh di balai desa,” kata Susanto.

Ia menambahkan, alasan menaruh Gamelan di balai desa selain tak memiliki ruangan yang cukup juga memberi kesempatan kepada anak-anak SDN Candipari 1 yang ingin jadi pengerawit. Selain itu, memberikan dukungan kepada pihak desa jika ingin menggelar kegiatan kebudayaan atau sekedar untuk memeriahkan acara desa.

Tim Bolavoli putra raih juara 1 tingkat kecamatan.

Pasalnya, Candipari merupakan salah satu Desa Budaya di Sidoarjo. Karena memiliki ikon Candi Pari yang letaknya di tengah desa.

Karena itulah, bagi SDN Candipari 2 memiliki Gamelan adalah sebuah keharusan. Tak tak jarang kegiatan desa juga diramaikan anak-anak dengan pertunjukan Gamelan.

“Kalau ada acara desa, selalu minta kita mengisi. Setiap tahun,” kata pria kelahiran Magetan itu.

Berbagai kegiatan yang dilakukan sekolah, seperti Karawitan merupakan hal positif untuk diketahui warga. Pasalnya, tak banyak sekolah-sekolah di Porong yang memiliki kesenian Karawitan.

Susanto mengaku, saat ini memang masih unggul dalam kegiatan nonakademik. Tetapi, sekolah juga memaksimalkan pemahaman anak-anak dalam menerima pelajaran. Artinya, aspek akademis juga jadi prioritas untuk dimaksimalkan.

Ada kewajiban bagi anak-anak menyampaikan berbagai hal yang didapatkan selama setengah hari bersekolah. Artinya, pembelajaran di sekolah diketahui orangtua lewat anak-anak yang langsung bisa menjelaskan materi pelajaran yang ia terima.

Harapannya, orangtua mengetahui proses belajar yang diterima dan dipahami selama di sekolah. Hal itu membantu orangtua untuk mengukur perkembangan anak yang dilakukan oleh sekolah.

“Sebenarnya tidak ada masalah di sekolah ini. Kalau sekolah ini bermasalah pastinya tidak ada limpahan murid dari TK depan,” kata ketua K3S Porong itu.

Tim Bolavoli putri raih juara 1 tingkat kecamatan.

Wali peserta didik TK di depan sekolah, kata Susanto, pasti tahu kondisi SDN Candipari 2. Pasalnya, mereka setiap hari mengantar anaknya bersekolah.

Bahkan, tak jarang SD dan TK menggelar kegiatan bersama, seperti senam, upacara, jalan sehat, gerak jalan, dan lain-lain. Intinya, antara SDN Candipari 2 dan TK sekitar saling mendukung dan bekerja sama sejak lama.

Tahun ini, terang Susanto, memang ada limpahan anak-anak dari TK di luar Candipari. Tetapi, mereka adalah warga Candipari. Artinya, mereka berhak mendapatkan pendidikan di Candipari 2.

Karena itulah, Susanto dihadapkan pada posisi sulit tahun ini. Pasalnya, warga desa banyak memilih Candipari 2.

Ia menjelaskan, saat ini anak-anak yang tidak tertampung di SDN Candipari 2 telah mendapatkan sekolah. Sama seperti SDN Kesambi, pihak sekolah berupaya mencarikan sekolah alternatif hingga mereka dipastikan diterima di sekolah rujukan.

Tim drumband SDN Candipari 2.

Mereka tersebar di SDN Wunut 1 ada 1 anak, di SDN Candipari 1 sebanyak 7 anak, SDN Pesawahan menerima 6 anak, dan 1 anak usianya belum memenuhi kriteria usia SD.

SDN Candipari 2 sejak dulu juga dikenal dengan prestasi olahraga. Beberapa olahraga yang difavoritkan dan jadi andalan yakni Bolavoli, Sepakbola, dan athletic.

“Akademiknya standar. Tetapi nonakademik seperti olahraga juga kita kembangkan dan maksimalkan,” jelas Susanto.

Pihak sekolah juga melakukan bimbingan khusus atau jam latihan tambahan jelang perlombaan. Tak heran, semua peserta lomba yang diikutkan selalu membawa tropi juara.

“Tahun ini Sepakbola, Bolavoli, dan lari cepat juara 1 semua. Dan semua yang diturunkan pulang bawa tropi,” ungkap mantan honorer selama 13 tahun itu.

SDN Candipari 2 adalah sekolah yang menganggap bahwa TK merupakan bagian penting dari SD. Sehingga, sebuah keharusan untuk mengajak TK berkolaborasi. Karena anak-anak berprestasi di SD bisa diketahui sejak masih di TK.

Sehingga, pihak SD bisa melakukan bimbingan dan pengembangan sejak dini. (Nis)

Kepala SDN Candipari 2 Susanto, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *