
Kegiatan Local Upgrade bagi Desa Curah Dukuh dan Desa Asemkandang, Kecamatan Kraton, digelar di Balai Desa Curah Dukuh pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelola BUMDes dan KDMP dalam merancang usaha desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Acara dimulai pukul 11.20 WIB dengan pembukaan yang dipandu oleh Junaedi selaku Direktur BUMDes Curah Dukuh. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber M. Khoiron yang mengangkat tema business plan serta kemitraan usaha.
Dalam pemaparannya, Khoiron menekankan pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik, mulai dari perencanaan bisnis hingga pencatatan keuangan yang tertib. “Kalau tidak ada pencatatan yang jelas, kita tidak akan tahu apakah usaha itu berkembang atau justru merugi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha desa harus berbasis pada potensi lokal yang dimiliki. Selain itu, penguatan sumber daya manusia dan inovasi usaha menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan BUMDes.
Khoiron turut memaparkan langkah-langkah penyusunan proposal bisnis, mulai dari identifikasi potensi usaha, jenis bisnis yang akan dijalankan, hingga alur perencanaan yang matang. Ia juga menyinggung pengelolaan toko ritel desa sebagai salah satu peluang usaha bagi KDMP.
Menariknya, peserta diajak langsung praktik membuat proposal bisnis dengan memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan Gemini. Pendekatan ini dinilai mempermudah peserta dalam menyusun konsep usaha secara lebih sistematis dan cepat.
Dalam sesi tanya jawab, Soleh dari BUMDes Asemkandang menyampaikan kendala terkait usaha padi yang masa panennya hanya tiga bulan sekali. “Selama ini hasil panen langsung diambil selepan, jadi pemasaran memang lancar, tapi nilai tambahnya belum maksimal,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Khoiron menyarankan agar BUMDes mulai membangun merek beras sendiri untuk meningkatkan nilai jual. “Kalau hanya dijual ke selepan, keuntungan terbatas. Tapi kalau punya brand sendiri dan dipasarkan, peluangnya jauh lebih besar,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini merupakan bagian dari Program DEFA yang didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk bersama STAPA Center, dalam rangka memperkuat kelembagaan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas usaha dan inovasi berbasis potensi lokal.
Direktur STAPA Center, Agus Rohmatulloh, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pengelola lembaga ekonomi desa di Kabupaten Pasuruan. Ia juga menegaskan bahwa Program DEFA telah dilaksanakan di 20 desa di wilayah tersebut. “Kami ingin program ini benar-benar berdampak bagi desa, khususnya dalam memperkuat kemampuan BUMDes dan KDMP agar lebih mandiri, serta kami mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.







