Program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA) 2026 kembali memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Ekonomi Desa di Kota Pasuruan. Digelar di Rumah Makan Lesehan Kebon Pring pada Rabu (17/6/2026), kegiatan ini dihadiri oleh 33 pengurus BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Acara diawali dengan pemaparan hasil evaluasi Local Upgrading 1 oleh fasilitator kegiatan, Abdurrahman Amin. Ia menyoroti empat isu prioritas yang masih menjadi kendala di berbagai desa sasaran, yaitu perlunya peningkatan kapasitas SDM, dorongan kemitraan strategis, pematangan perencanaan bisnis, serta optimalisasi unit usaha ketahanan pangan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Direktur BUMDes Winong, Riri Fidiyah Ningsih, yang bertindak sebagai moderator, menegaskan arah pelatihan pada hari itu. Pelatihan ini difokuskan pada penguasaan Business Model Canvas (BMC) agar pengelola memiliki alat ukur yang presisi dalam merencanakan maupun mengevaluasi bisnis di desa.
Dalam sesi utama, pemateri Alan W. Hafiluddin menyoroti fenomena kegagalan wirausaha yang kerap terjadi akibat rendahnya kompetensi manajerial pengelola. Ia mengingatkan para peserta, “Keberhasilan usaha lebih banyak ditentukan oleh kemauan untuk belajar, beradaptasi, serta memperbaiki kelemahan yang dimiliki dibandingkan faktor-faktor lainnya”.
Untuk menekan risiko kerugian, Alan juga membekali peserta dengan prinsip Demand-Driven Supply Chain (DDSC) atau rantai pasok berbasis permintaan. Dengan pendekatan ini, BUMDes dan KDMP didorong untuk menyediakan barang atau memproduksi jasa berdasarkan data kebutuhan pasar yang riil, bukan bertumpu pada perkiraan semata.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi tanya jawab, di mana perwakilan BUMDes Glagah Sari dan KDMP Sengonagung mempertanyakan batas kewenangan pengurus dan strategi akselerasi pemasaran. Narasumber menegaskan bahwa penataan kelembagaan, pembagian tugas, dan pengawasan yang transparan wajib diselesaikan sebelum desa berambisi memperbesar skala usahanya.
Rangkaian pelatihan ini dipungkasi dengan sesi praktik penyusunan BMC secara berkelompok. Para peserta langsung memetakan sembilan elemen pilar bisnis sesuai potensi desanya masing-masing, sehingga mereka pulang membawa rancangan model bisnis nyata yang siap diaplikasikan.
Direktur STAPA Center Agus Rohmatulloh, bahwa kegiatan DEFA yang didukung oleh Sampoerna Untuk Indonesia, bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui penguatan lembaga ekonomi desa.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi pengelola lembaga ekonomi desa di Kabupaten Pasuruan, kami juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah memberikan dukungan untuk pelaksanaan program DEFA ini,” harap Agus.







