Ingin Jadi Master Nasional

Michael Angelo Caesar Setiawan.

Perjalanan ingin mendapatkan gelar sebagai Master Nasional dalam olahraga catur memang tidah mudah. Apalagi, jika gelar itu diperoleh di usia muda.

Tetapi, bagi peserta didik kelas VIII SMPN 5 Sidoarjo Michael Angelo Caesar Setiawan gelar Master Nasional menjadi penyemangat bagi dirinya untuk giat berlatih.

Meski masih belum mendapatkan gelar tersebut, ia mengaku senang karena di klubnya terdapat beberapa Master Nasional yang bisa ia ajak sparing partner.

“Senang, bisa sering main sama orang-orang berpengalaman seperti Master Nasional,” kata Michael.

Tak hanya bermain, bagi Michael hal terpenting lainnya yakni bisa sharing ilmu dengan mereka. Terutama untuk menyusun strategi permainan.

Pasalnya, pola pergerakan dalam permainan akan menentukan kemenangan. Lawan dipaksa mengikuti permainan sehingga ia tidak bisa berkembang.

Untuk bisa melakukan hal itu, lanjut Michael seorang pecatur harus memiliki jam terbang yang sangat banyak. Tak cukup hanya dengan berlatih, tetapi juga mengikuti pertandingan.

Menghafal rumus-rumus pergerakan bidak juga menjadi keniscayaan. Karena, rumus-rumus tersebut telah berpola dan setiap pola memiliki kelebihan dan kelemahan.

Yang terpenting lainnya yakni bisa memancing lawan untuk memakan umpan yang kita berikan. Meski sekedar memberikan umpan, dalam permainan catur harus dilakukan dengan penuh taktik dan strategi.

“Kadang lawan tidak mau memakan umpan kita. Berarti dia paham kalau itu cuma jebakan,” ungkap Michael.

Jika menemukan lawan seperti itu, maka harus bisa mencari cara untuk mengubah strategi. Artinya, pola permainan diganti dengan cara lainnya.

“Dalam catur ada semacam kayak jurus. Dan jurus itu harus dihafal,” terang Michael.

Seorang pemain catur tidak hanya kuat berfikir, tetapi juga harus memiliki kemampuan menghafal pola pergerakan bidak. Artinya, ada panduan khusus berupa buku yang dimiliki setiap pemain.

Ia pun akan mempelajari selama proses menjadi pemain. Tak jarang, para pemain harus menulis sendiri pola-pola permainan yang ia palajari.

Kelebihan yang dimiliki oleh Michael salah satunya yakni tekun dalam mencatat pola permainan. Ia pun membedakan catatan antara bidak putih dan hitam.

“Saya sendirikan antara buku putih dan hitam,” ungkap Putra kedua dari Yanto Setiawan itu.

Selain ada buku panduan khusus dari klub, ia juga membukukan setiap pembelajaran dari latihan bersama para seniornya. Artinya, ia memiliki sejarah perjalanan pembelajaran yang pernah ia alami.

“Kalau latihan tidak cuma sekedar latihan, selesai terus pulang,” tegas Michael.

Setelah ia catat, ia kembali pelajari dan menghafal ketika menemukan pola permainan yang baru bagi dirinya.

Michael saat ini tergabung dalam sebuah klub catur Sidoarjo bernama Kuda Putih Sidra. Di klubnya ia menjadi yang terkecil alias usianya paling muda.

Ia pun menjadi andalan dalam setiap kejuaraan kelas usia muda dan tim. Selian itu, ia menjadi bagian dari strategi tim ketika bertanding. Pasalnya, setiap tim harus punya taktik. Artinya, bisa memilih dan memilah dalam menghadapi tim lawan.

“Kalau lawannya kuat, harus kita kasih yang lemah. Sayang kalau kuat sama kuat dipertandingkan. Itu strateginya,” kata Michael.

Michael merupakan peserta didik SMPN 5 Sidoarjo yang mengawali karir catur di warung kopi. Saat itu ia tidak sengaja melihat beberapa orang sedang serius bermain catur.

“Dulu, mulanya lihat orang sekak di warkop. Kok sepertinya menyenangkan,” ungkap Michael.

Setelah itu ketertarikan dengan catur pun muncul dan tampak. Hingga akhirnya Sang Kakek bernama Jang Lung Han mengetahui dan mengajari langkah-langkah bidak.

Michael mengaku, sejak saat itu kakeknya intens menemani bermain catur sepulang sekolah. “Pulang sekolah langsung ke rumah main catur sama kakek,” katanya.

Tak hanya mengajari bermain catur, kakeknya juga menyemangati untuk serius dan menjadi atlet masa depan. Pasalnya, peluang atlet catur cilik masih jarang ditemui di Sidoarjo.

Saat kelas 3 sekolah dasar ia sangat serius bermain catur dan mencari-cari referensi. Selain kakek, internet menjadi media yang memberikan inspirasi baginya.

Ia pun mulai belajar membaca rumus-rumus langkah. Pasalnya, untuk menjadi seorang atlet tak cukup berbekal pengalaman bermain saja.

Ia pun sempat khursus ke salah satu pelatih catur Sidoarjo selama empat bulan. “Saya sempat les ke Mas Saiful Arif,” ngakunya. 

Usai dirasa mumpuni, ia mencoba mengikuti perlombaan. Hasilnya pun memuaskan, karena berhasil meraih juara pertama tingkat kabupaten kategori usia di bawah 8 tahun.

Meski sering juara, Michael tetap harus menjalani latihan rutin setiap hari selama kurang lebih 7 jam. Ia hanya menyisakan sehari untuk libur latihan.

Jika tidak ada lawan bermain, ia tetap berlatih melalui aplikasi. “Biasanya pakai aplikasi chess.com dan Lechess,” terang Michael.

Ia memilih aplikasi tersebut karena seolah melawan para pecatur dunia. Ia tinggal memilih pecatur yang ada di aplikasi tersebut. Dan, levelnya pun bermacam-macam.

Semangat berlatih juga dikarenakan keinginan meraih juara di Porprov Jawa Timur. Pasalnya, tahun 2023 lalu ia harus puas dengan peringkat 4 Jawa Timur.

“Semoga tahun depan bisa dapat medali di Porprov,” pungkas Michael.

Meski demikian, Michael ternyata menyimpan puluhan tropi dan medali yang ia peroleh dari kejuaraan terbuka. Bahkan, ada yang setingkat kejuaraan nasional.

Aksi Michael saat berlaga di kejuaraan catur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *