Internet Ikut Warkop

Kegiatan lomba POS PAUD Micky Mouse Tropodo, Krian.

Kepedulian terhadap anak-anak usia ternyata harus diwujudkan dengan usaha serta kerja keras. Hal itu telah dilakukan oleh Ana Mahmudah S.Pd seorang kepala PoS PAUD Micky Mouse Tropodo, Krian bersama guru-guru pendamping lainnya.

Ana mengaku, PAUD yang ia rintis sejak 2016 silam saat ini telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang dinaungi pemerintah desa. Selain itu, lembaga pendidikan tersebut mendapat kepercayaan masyarakat karena jumlah peserta didiknya mencapai 100 anak.

Ia pun menceritakan awal merintis Micky Mouse tersebut. Mulai dari tidak memiliki tempat belajar permanen, hingga internet harus ikut warung kopi.

“Ya pakai halaman rumah. Internet saja ikut warkop,” kata Ana.

Bahkan, garasi mobil miliknya harus disulap menjadi tempat bermain dan belajar. Ada pula penutup kelasnya memakai spanduk atau banner karena memanfaatkan teras rumah warga.

Meskipun demikian, tak menyurutkan semangat guru-guru mengajar anak-anak. Hingga akhirnya izin melaksanakan proses belajar mengajar bisa dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.

Artinya, sebelum tahun 2016 PAUD tersebut telah ada dan beroperasi namun belum mengantongi izin.

Bagi Ana dan guru-guru, perjuangan terberat adalah meyakinkan masyarakat untuk bersedia menitipkan anaknya di sekolah. “Pokoknya, gimana caranya warga mau ke kita,” terangnya.

Peluang untuk menjadikan PAUD tersebut sekolah resmi pun akhirnya datang dengan adanya program pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendirikan taman posyandu di desa-desa. Program tersebut juga diwujudkan dalam lomba-lomba yang diikuti oleh desa-desa.

Artinya, program itu mengharuskan desa untuk mendirikan PAUD. Dan Micky Mouse pun diikutkan.

Nama Micky Mouse pun muncul saat perlombaan dilaksanakan. Pasalnya, perlombaan itu mengharuskan pesertanya memakai nama-nama tokoh kartun. Dan nama-namanya diundi.

“Saat dilotre dapatnya nama Micky Mouse,” kata Ana.

Perlombaan itu juga mengharuskan adanya kerja sama dengan Puskesmas, karena Pos PAUD terintegrasi bersama Posyandu di desa. Supaya pihak desa tidak hanya memperhatikan pendidikan tetapi juga kesehatan.

Dalam perlombaan itu Pos PAUD Micky Mouse berhasil menjadi 5 terbaik sekabupaten. Tak heran jika setelah ikut perlombaan kemajuannya pun pesat.

Usaha untuk mendapatkan izin operasional juga tidak mengalami kesulitan. Hanya butuh waktu sekitar kurang lebih 1 minggu. “Sekolah ini baru berjalan 2 bulan, padahal untuk terbit NPSN harus berjalan selama 2 tahun,” ngakunya.

Setelah 2 tahun berjalan, pihak PAUD mengajukan akreditasi ulang. Karena masih belum memiliki gedung atau fasilitas yang representatif sehingga akreditasi awal belum bisa maksimal. Hasilnya, Micky Mouse mendapatkan akreditasi B.

Saat ini, Micky Mouse telah memiliki gedung sendiri. PAUD itu juga memiliki program khusus yakni program untuk para wali peserta didik. Program tersebut semacam parenting dengan rencana pembelajaran yang harus ditempuh selama 14 hari.

“Kami punya SOtH (Sekolah Orangtua Hebat) yang diikuti sekitar 24 wali peserta didik,” kata Ana.

SOtH juga menerapkan kelulusan. Intinya, ada semacam wisuda kelulusan bagi orangtua yang mengikuti program tersebut, yakni Wisuda Orangtua Hebat.

Ana mengatakan, tak sedikit orangtua yang mengapresiasi SOtH. Mereka paham, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu tumbuh kembang anak. Sehingga, proses pembelajaran bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah.

“Anak-anak bisa menerima pendidikan di lingkungan sekolah dan di keluarganya,” kata Ana.

Keunggulan Micky Mouse lainnya adalah, jika biasanya PAUD dengan Taman Kanak-kanak dijadikan satu, namun di Desa Tropodo, Krian TK dan PAUD merupakan bagian yang terpisah, artinya mereka memiliki manajemen masing-masing. Tetapi menjadi bagian yang saling mendukung.

Dengan terpisahnya kedua lembaga pendidikan itu, program untuk anak usia dini dapat fokus dan dilaksanakan sesuai dengan kelompok usianya.

PAUD Micky Mouse merupakan wujud kerja keras dan semangat tidak ingin diremehkan. Pasalnya, saat pertama kali didirikan memanfaatkan fasilitas seadanya dan bahkan fasilitas milik warga.

Hingga saat ini, kedekatan dengan warga juga masih terjalin. Anak-anak mendapatkan makanan setiap hari Jumat saat kegiatan Jumat berkah, setelah mereka mengikuti istigosah Jumat.

Kebersamaan dengan warga diharapkan akan membentuk kecakapan anak-anak dalam berinteraksi sosial. Mereka akan belajar beradaptasi dengan lingkungan serta mengerti batasan yang ada.

“Kecerdasan ini bisa muncul kerena mereka mengetahui sendiri, kemudian berfikir sendiri,” terang Ana.

Spesifikasi para guru-gurunya pun saat ini telah memiliki background pendidikan linier. Artinya, mereka merupakan lulusan S1 Pendidikan PAUD. Dan, hal itu sangat diharapkan untuk membantu percepatan perkembangan sekolah.

Setelah memiliki 3 lokal yang dibangun di tahap awal, Micky Mouse membangun 1 lokal lagi di samping bangunan pertama. Dikarenakan jumlah pendaftar yang semakin bertambah setiap tahun. (Nis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *