Pernah Bertanding hingga Kaki Melempuh

Saat menjuarai Umsida Open 2024 di GOR Sidoarjo.

Meski letaknya di pinggiran Kota Sidoarjo,  SMAN 1 Wonoayu ternyata menyimpan prestasi membanggakan. Pasalnya, sekolah itu memiliki bibit atlet potensial Sidoarjo. Yakni, atlet futsal dan sepakbola.

Pada Mei lalu kejuaraan Futsal Umsida Open antar sekolah berhasil mereka menangkan. Mereka berhasil mengungguli 35 tim dari berbagai sekolah di Sidoarjo dan beberapa kota lainnya.

Kapten tim SMAN 1 Wonoayu Ramzi Faiz Setiawan mengaku, sekolah tersebut dari awal memang diunggulkan. Pasalnya, memiliki materi pemain di atas rata-rata.

“Kami sering ikut kejuaraan, dan sering menang. Juga di kejuaraan Delta Cup,” kata Faiz.

Ia menambahkan, teman setimnya juga banyak yang masuk sekolah sepakbola. Ada yang menjadi siswa Persebaya U 18, Bhayangkara FC U 16, Deltras U 18, dan lain-lain.

Bahkan, Faiz sendiri merupakan atlet futsal Porprov Jawa Timur tahun lalu. Saat itu, Sidoarjo meraih medali emas.

Menariknya, saat kejuaraan Umsida Open peraih Top Score dan Best Player juga diraih SMAN 1 Wonoayu. Top Score diraih oleh Achmad Rizky Agung Marsetyo dan Best Player didapat oleh Alexandro.

Rizky sapaannya, ternyata pemain Persebaya Junior. Dan Alexandro adalah atlet futsal PON inti Jawa Timur.

Faiz mengaku, keberadaan para atlet yang dibesarkan sekolah sepakbola sangat membantu keberhasilan tim sekolah di berbagai kejuaraan. Mulai tingkat kabupaten hingga nasional.

Tim sekolah tersebut juga disiapkan bertanding dalam kompetisi yang panjang. Seperti Umsida Open lalu yang pertandingannya berlangsung selama 2 minggu.

“Kemarin itu ada 12 grup. Dalam 1 grup ada 3 tim,” kata Faiz.

Di babak penyisihan mereka harus menuntaskan perlawanan SMAN 1 Krian dan SMK Sepuluh November. Laga pertama tersebut menjadi penting, karena yang diambil hanya 1 tim.

Faiz mengatakan, babak pertama tersebut hanya meloloskan juara grup dan 3 tim runner up terbaik. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak memuncaki klasmen.

Bagi SMAN 1 Wonoayu, pertandingan terberat yakni saat masuk semi final. Mereka harus meladeni permainan SMA Antartika.

Faiz mengaku, beratnya pertandingan di semi final dikarenakan ia bertemu teman setimnya saat membela Sidoarjo di Porprov Jawa Timur.

“Ada beberapa pemain yang bersama saya waktu Porprov kemarin,” kata Faiz.

Selain berimbang, tensi pertandingan cukup tinggi. Hasilnya pun menang tipis. 2 untuk SMAN 1 Wonoayu dan 1 untuk SMA Antartika.

Bagi Faiz dan kawan-kawan laga semi final membutuhkan mental, teknik, skill, hingga taktikal.

Berbeda dengan saat di final. SMAN 1 Wonoayu menang telak dengan skor 8:3 atas SMAN 1 Waru.

Keberhasilan SMAN 1 Wonoayu dikarenakan kaderisasi atlet tidak pernah putus. Mulai kelas X hingga XII terdapat pemain bagus mengisi tim inti sekolah. Guru-gurunya pun menyukai olahraga futsal.

Ada hari tertentu para guru bermain futsal bersama. Biasanya, di hari Senin sepulang sekolah. Karena itu, pertandingan antar guru  sekolah tingkat kabupaten sering dimenangkan SMAN 1 Wonoayu.

Para alumni juga menyempatkan memberikan bimbingan dan melatih adik kelas. Sehingga, para atlet yang masih berada di sekolah mendapat perhatian dari banyak pihak.

Tak cukup dengan prestasi futsal saja, salah satu prestasi bergengsi lainnya yakni mewakili Jawa Timur bertanding di gelaran yang diadakan Mc.Donald pada awal 2024 lalu.

Lomba yang dilaksanakan di Bogor itu menempatkan SMAN 1 Wonoayu meraih juara III. Mereka juga melawan kesebelasan dari berbagai provinsi.

Menurut guru pembina olahraga SMAN 1 Wonoayu M. Zurifal Fuadi, pertandingan tersebut berlangsung dramatis. Pasalnya, harus kalah dengan adu penalti.

“Kemarin kita kena serangan baik, menit-menit akhir kemasukan 2 goal. Di awal pertandingan kita sudah unggul,” terang Rifal, sapaannya.

Rifal juga menjelaskan, ada permasalahan lain yakni tentang kondisi lapangan saat itu. Pasalnya, menggunakan lapangan sintetis dan waktu pertandingan agak siang.

Tak sedikit pemain mengeluh. Karena pertandingan terlalu siang. Seharusnya dilaksanakan pagi atau sore karena di lapangan sintetis.

Usai pertandingan, jelas Rifal, semua kulit telapak kaki para pemain lecet bahkan melempuh. “Kasihan anak-anak, kalau pakai lapangan rumput tidak masalah,” jelasnya.

Potensi Futsal juga ada di tim putri sekolah. Di gelaran Delta Cup tahun lalu, tim putri dan putra juga membawa pulang tropi juara.

Mendapat apresiasi dari kepala SMAN 1 Wonoayu Ririn Faridah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *