Terus Berinovasi dan Berkolaborasi

SDN Kedungturi Kecamatan Taman

Proses recording di SDN Kedungturi.

SDN Kedungturi jadi salah satu contoh sekolah perkotaan yang mengedepankan suasana sejuk dan asri. Tak heran, jika sekolah tersebut mewakili Sidoarjo menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.

Namun, tak hanya terkenal dengan sekolah Adiwiyata saja,  sekolah itu juga terkenal memiliki banyak inovasi pembelajaran. Salah satunya dengan melakukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi aplikasi.

Kepala SDN Kedungturi Fatchur Rozi, S.Pd mengatakan, sejak awal 2024 lalu ia bersama guru-guru melakukan pengembangan aplikasi bernama Kedungturi ID School (KIDS).

Hampir 10 bulan lamanya aplikasi tersebut dirancang, kemudian uji coba, hingga akhirnya diresmikan dan dijalankan. Fitur unggulannya yakni materi pembelajaran selama 3 bulan ke depan dapat diakses oleh wali murid.

Sehingga, wali murid bisa turut serta mempersiapkan pembelajaran di rumah. Selain itu, mendorong guru-guru terus bersiap menghadapi pertanyaan terkait pembelajaran.

“Kalau kepala sekolah sebelum sayakan berhasil dengan Adiwiyata. Nah, KIDS ini dikembangkan saat saya memimpin di sini,” kata Rozi.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu, memudahkan anak-anak, guru, dan orangtua mengakses materi pembelajaran dan absensi di sekolah.

Rozi menganggap, di sekolah perkotaan teknologi jadi salah satu ukuran mutu yang ditunjukkan kepada masyarakat. Selain tampilan bangunan sekolah, kualitas pendidik, dan tenaga kependidikan.

Guru-guru di SDN Kedungturi, kata Rozi, tampak antusias ketika diajak mengembangkan pembelajaran. “Sebagian besar gurunya masih muda dan mau diajak bersaing,” katanya.

Karena itu, sebagai pimpinan sekolah ia harus memikirkan banyak trobosan dengan memanfaatkan usia produktif guru-guru.

Guru SDN Kedungturi menunjukkan menu yang ada di aplikasi KIDS.

“Awal saya pindah ke sini saya melihat banyak potensi di sekolah ini. Terutama guru-gurunya,” terang mantan kepala SDN Sambibulu itu.

Selain guru-guru, Rozi juga melihat anak-anak Kedungturi juga perlu dioptimalkan. Sehingga, ia bersama guru-guru membentuk tim khusus untuk mencari bakat anak-anak.

“Kami juga membentuk tim talent scouting untuk mencari anak-anak yang memiliki keunggulan tertentu,” terang Rozi.

Ia berkeyakinan, SDN Kedungturi memiliki anak-anak berbakat atau keunggulan selain akademik. Karena itu, pihak sekolah akan memaksimalkan kelebihan tersebut untuk meraih prestasi dan membawa nama sekolah di setiap kompetisi.

Tercatat, terdapat prestasi nasional yang dipersembahkan anak-anak. Prestasi tersebut berasal dari cabang olahraga Panahan Tradisional dan Selam.

Di SDN Kedungturi, keunggulan sekolah tak hanya sebagai dokumen sekolah. Pasalnya, pihak sekolah menyediakan ruang publikasi khusus seperti studio podcast untuk menampung kemudian mempublikasikan keunggulan sekolah.

Studio tersebut juga sebagai pusat data digital sekolah sebagai penunjang aplikasi KIDS. Artinya, pihak sekolah saat ini telah memiliki server tersendiri yang berisikan data sekolah.

Ruang studio jadi ujung tombak sekolah untuk promosi. Meskipun, sekolah tersebut plat merah SDN Kedungturi terus mengoptimalkan promosi.

“Kita terus bikin konten-konten untuk promosi sekolah. Minimal masyarakat sekitar tahu,” ujar Rozi.

Rozi menginginkan masyarakat tahu program sekolah. Karena itu  guru dan anak-anak diberikan wadah ekspresi di sekolah. Mereka  akan menjadi content creator sesuai dengan potensi mereka masing-masing.

Kesibukan guru IT di ruang server sekolah.

Selain terkenal memiliki banyak program unggulan, SDN Kedungturi juga berkontribusi mencarikan solusi kemacetan di desa. Sekolah tersebut telah berhasil mengurai kemacetan yang terjadi setiap pagi di jalan depan sekolah.

Pihak sekolah rela mengubah kantin jadi pintu alternatif. Tembok  kantin pun dijebol dan dijadikan pintu kekuar dan masuk. Sehingga, saat ini SDN Kedungturi memiliki dua pintu yang berada di depan dan di belakang.

“Kalau cuma mengandalkan pintu depan pasti macet jalannya. Kasihan orang-orang yang berangkat kerja lewat depan sekolah kalau pagi,” terang Rozi.

Semenjak adanya pintu belakang, terang Rozi, kemacetan di depan sekolah berkurang hingga 50 persen.

Inisiatif sekolah tersebut mengundang apresiasi warga Kedungturi dan para pengguna jalan. Terutama orangtua yang selama ini mengantar anak-anak.

Sekarang lebih mudah menyeberangkan anak-anak saat masuk sekolah. Selain itu, security sekolah juga tak mengalami kesulitan seperti sebelum adanya pintu belakang.

Berbagai macam inovasi yang dilakukan sekolah ternyata menarik perhatian perusahaan. Beberapa perusahaan berdatangan ke sekolah untuk menggelar kegiatan.

Tercatat beberapa perusahaan seperti Cimori, Sariroti, KFC, PGN, dan Agatis hadir beberapa kali ke sekolah. Mereka sempat melakukan pengecatan fasilitas sekolah seperti lapangan.

Pihak pemerintah desa juga tak mau ketinggalan. Pasalnya, Desa Kedungturi mengajak untuk berkolaborasi dengan sekolah. Wujud kolaborasi itu berupa penggunaan fasilitas desa untuk anak-anak. Bahkan, jika pintu belakang diperbesar pihak desa akan membantu pembangunan.

“Jika diperbesar pintunya akan masuk bagian dari pembangunan desa,” terang Rozi. (Nis)

Kepala SDN Kedungturi Fatchur Rozi, S.Pd didampingi guru-guru menunjukkan capaian sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *