Bersaing dengan Tiga Sekolah Swasta

SDN Randegan Kecamatan Tanggulangin

Kegiatan AKM SDN Randegan.

Kompetisi Inovasi Sidoarjo (Kisi) 2025 lalu yang diselenggarakan Bappeda Sidoarjo mendorong sekolah berlomba-lomba memunculkan hal-hal baru di sekolah. Hal baru tersebut berupa materi pemebelajaran, media pembelajaran, hingga program sekolah.

Seperti SDN Randegan Kecamatan Tanggulangin, salah satu sekolah yang meraih nominasi dalam kompetisi tersebut. Sekolah itu menghadirkan inovasi sekolah berupa program pembiasaan.

Guru kelas 5 SDN Randegan bernama Munisa, S.Pd menjelaskan, penghargaan tersebut diperoleh karena sekolah memiliki program pembiasaan yang telah berjalan sejak 2024 lalu. Program tersebut berupa pembiasaan 6 hari yang memasukan nilai religi dan olahraga.

“Kami punya program salah satunya bernama Asmaratu yang artinya Asmaul husnah Rabu dan Sabtu,” kata Nisa sapaannya.

Ia mengaku tidak menyangka program yang dijalankan sekolah berdampak pada index inovasi daerah tahun 2025.

Asmaratu merupakan program pembiasaan menghafal sekaligus memahami 99 makna-makna Asmaul husnah. Tujuannya, supaya anak-anak terinspirasi oleh nama-nama Allah sehingga berdampak pada karakter mereka. Kegiatan Asmaratu dan pembiasaan lainnya dilaksanakan 15 menit di pagi hari sebelum pembelajaran reguler dilaksanakan.

Pembiasaan spiritual perlu dilakukan di sekolah karena perkembangan zaman menuntut anak-anak dapat memilih dan memilah. Seperti budaya-budaya yang masuk melalui gadget dan internet.

“Ini karena kondisi zaman yang semakin berkembang. Informasi yang sulit untuk disaring dan sebagainya,” terang Munisa.

Menurut Munisa, aspek agama jadi salah satu faktor yang bisa menyaring dan membetengi anak-anak di tengah globalisasi. Karena itu agama di SDN Randegan jadi aspek yang tak bisa ditinggalkan dalam membentuk kebiasaan anak-anak.

“Kalau sudah jadi kebiasaan tidak berat untuk melakukan. Selain itu bisa jadi kabutuhan,” terang Munisa.

Pawai PHBI Tahun baru Hijriyah.

Ia pun mengatakan, usia SD jadi sarana untuk meletakkan pondasi kebiasaan terutama aspek spiritul. Pasalnya, semakin betambahnya usia dan tingkat pendidikan anak-anak akan dihadapakan pada pilihan prioritas hidup. Hal itulah yang mendorong lembaga pendidikan menempatkan aspek agama di usia dini.

Selain hari Rabu dan Sabtu, Selasa juga jadi waktu untuk menghafal doa-doa harian. Mereka bersama-sama membaca doa setelah senam pagi.

Kedua hal tersebut dijadikan satu supaya jadi penyemangat anak-anak sebelum menerima pembelajaran di kelas. Senam untuk mendukung fisik mereka dan doa meningkatkan energi positif kejiwaan anak-anak.

Senam jadi aspek penting menjaga kebugaran. Diharapkan juga jadi kebiasaan pagi anak-anak kapanpun dan di manapun mereka berada.

“Jika aspek spiritual dan kesehatan anak-anak terjaga maka sekolah akan mudah menata prestasi. Jadi kedua poin penting itu harus terwujud dulu,” kata Nisa.

Bagi SDN Randegan kesehatan jasmani dan rohani harus terpenuhi di awal pembelajaran. Artinya, kondisi jasmani harus ditopang dengan kecerdasan spiritual supaya anak bisa berkompetisi secara jujur.

Pembiasan karakter anak-anak setiap pagi di SDN Randegan.

Wujud keberhasilan pelaksanaan program ditunjukkan dengan beberapa raihan prestasi yang didapat sekolah selama beberapa tahun terakhir. Sebelum menerima penghargaan Kisi anak-anak SDN Randegan terkenal dengan juara Futsal, Taekwondo, dan lain-lain.

Tim Futsal SDN Randegan sempat menjuarai kejuaraan tingkat kabupaten 2024 lalu. Pelatihnya pun seorang berpelangaman menangani tim Futsal Porprov, ia adalah Dadang Sudarwanto, S.Pd yang merupakan guru olahraga SDN Randegan.

Selain itu, Taekwondo juga berhasil menorehkan prestasi terbaik untuk sekolah. Banjari juga sempat meraih beberapa juara di beberapa perlombaan umum.

Untuk Albanjari, merupakan salah satu ekstrakurikuler yang memiliki tujuan tertentu. Selain menjadi wadah anak-anak yang berminat dengan salawat yang dipadukan alunan musik. Selain itu, uga jadi bagian dari media untuk bersaing dengan sekolah Islam di Randegan.

Munisa mengatakan bahwa persaingan sekolah dasar di desanya itu cukup ketat. Pasalnya, terdapat tiga sekolah besar berbasis agama, mulai dari Madrasah, sekolah milik Muhammadiyah, dan Bayt Al Fath. Selain memiliki bangunan yang bagus juga menawarkan berbagai program pendidikan yang menarik buat anak-anak.

Untuk bersaing dengan sekolah-sekolah itu, kata Nisa, SDN Randegan harus memiliki program keagaman tidak hanya berupa ritual saja tetapi harus berhubungan dengan seni yang bisa ditampilkan. “Di sekitar sini ada beberapa sekolah swasta Islam ” katanya.

Kegiatan ujian sekolah di SDN Randegan.

Munisa merasa, bersaing membuat program dengan sekolah swasta merupakan tantangan berat bagi sekolah negeri. Pasalnya, selain sama-sama memiliki dana bantuan operasional sekolah, swasta lebih leluasa memungut biaya meskipun ada SPP.

“Enaknya, setiap sekolah swasta punya program baru yang dirasa bagus dukungan pendaan bisa diperoleh,” ungkap Nisa.

Ia mengaku, untuk memaksimalkan potensi anak-anak memang dibutuhkan dukungan optimal. Dukungan tersebut tidak lepas dari anggaran. Ketika anak-anak akan melakoni lomba, seperti Futsal,  harus menambah jam latihan.

“Ada semacam TC. Ditambah lagi Futsal harus latihan di lapangan khusus dan harus sewa. Kebutuhan untuk pelatih pun harus dipikirkan. Idealnya, jika kita genjot prestasinya, anggarannya juga harus terpenuhi,” terang Nisa.

Meski masih mengandalkan bantuan operasional sekolah SDN Randegan ternyata masih mendapat kepercayaan taman kanak-kanak di desa.

Munisa mengkelaim sekitar 65 persen lulusan TK di Randegan menyalurkan lulusan ke SDN Randegan. Adapun lulusan dari TK luar Randegan. “Ini ada anak dari Kedungbulus, Pesawahan, dan Ganggangpanjang,” kata Nisa.

Beberapa keterangan dari orangtua, alasan memasukkan ke SDN Randegan karena memiliki program pembiasaan yang sesuai dengan anak-anak. Selain itu, memiliki ektrakurikuler yang banyak diminati anak dan ekstrakurikuler tersebut juga berprestasi. (Nis)

Kegiatan outdoor learning ke Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *