Rumah PKH Desa Kepadangan Terbakar

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat mengunjungi korban kebakaran.

Sri Sulisningsih (43) warga Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan hanya bisa menangis setelah mendengar kabar dari tetangganya bahwa rumahnya terbakar. Saat itu pemilik rumah bersama putrinya menjenguk orangtuanya di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan. Kemudian, melanjutkan belanja ke Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Rumah itu berukuran 4,5 kali 9 Meter. Ia tinggali berdua bersama putri semata wayangnya Safira Dwi Ratna Anjani. Sejak suami Sri meninggal ia berjualan di sekolah-sekolah, termasuk di tempat anaknya bersekolah, SDN Kepadangan 1.

Naasnya, semua dokumen penting, seperti ijazah milik Safira ludes terbakar. Termasuk baju, seragam sekolah, almari, dan barang-barang elektroniknya.

“Tidak ada yang tersisa di rumah usai kebakaran. Mulai sari ijazah anak saya, baju, almari, kasur, dan televisi semuanya terbakar habis,” ujar Sri dengan mata berkaca-kaca, Senin, (12/09/2022).

Sri sudah setahun ditinggal suaminya yang meninggal karena sakit. Selain berjualan, kebutuhannya juga ditopang dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut penuturan warga sekitar, munculnya api berasal dari dalam kamar. Saklar di dalam kamar korslet karena ada charger handphone yang masih menempel. Percikan api dari korsleting itu kemudian menyambar kasur di bawahnya.

Beruntung warga sekitarnya sigap dan gotong-royong memadamkan api. Namun karena api terlalu besar, tetangga sekitar rumah Sri juga berupaya menyelamatkan rumah masing-masing.

Warga pun berharap ada bantuan dari Pemkab Sidoarjo atas musibah yang baru saja menimpa Sri. Terutma bantuan yang sifatnya mendesak seperti kebutuhan perlengkapan sekolah, baju, dan buku.

“Untuk sementara, kami berdua tinggal di rumah bapak di Desa Kepatihan sambil menunggu perbaikan rumah selesai,” ungkap Sri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *