Sebanyak 40 pengurus BUMDesa dan KDMP di Kabupaten Rembang mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas Lembaga Ekonomi Desa yang digelar Social Transformation and Public Awareness Center (STAPA Center), Rabu, 15 April. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Gajah Mada Rembang ini mengangkat fokus pada perizinan atau legalitas usaha, dan dibuka pukul 14.00 WIB.
Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif dalam praktik pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dipandu oleh pemateri Muhammd Faishol, S.T., MM.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid PLK Dinpermades Kabupaten Rembang, Eko Prasetyo Widjanarko, S.H., M.Kn, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya legalitas bagi keberlangsungan BUMDesa. Ia meminta pengurus BUMDesa yang belum berbadan hukum untuk segera mengurus legalitas sebagai bentuk perlindungan hukum.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.15 WIB ini menjadi bagian dari program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA) yang dijalankan STAPA Center dengan dukungan Sampoerna Untuk Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperkuat lembaga ekonomi desa dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur STAPA Center, Agus Rohmatulloh, berharap kegiatan ini mampu memberi dampak nyata bagi para pengelola. “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi pengelola lembaga ekonomi desa di Kab. Rembang, kami juga berterimakasih kepada Pemkab. Rembang yang telah memberikan dukungan untuk pelaksanaan program DEFA ini,” ujarnya.







