
Dibukanya kelas khusus yang mulai tersebar di sekolah-sekolah memberikan peluang dan alternatif bagai anak-anak yang memiliki bakat atau minat tertentu. Selain itu, kelas tersebut juga memberikan peluang untuk anak-anak mandiri dan belajar profesional.
Seperti Kelas Khusus Seni Budaya (KKSB) di SMPN 4 Sidoarjo yang ternyata juga mencetak anak-anak berprestasi di bidangnya. Salah satu anak yang sempat berprestasi di KKSB yakni Saqina Rahma Bawana.
Gadis kelas 8 itu mengaku termotivasi masuk KKSB lantaran bakat menyanyi yang dimilikinya. Sebelum masuk kelas tersebut ia sebenarnya berprestasi di bidang seni suara. Dan, nyanyi tak hanya jadi bakat tetapi juga untuk mencapai karir dan keinginan.
Qina sapaannya, mengaku saat masih sekolah dasar sempat juara 1 nyanyi tingkat kabupaten. Saat itu ia masih kelas 2. “Pertama juara itu tingkat kabupaten,” kata Qina.
Setelah raihan itu ia terdorong mengikuti lomba-lomba berikutnya. Menariknya, ia sering kali juara dengan berbagai macam raihan mulai juara pertama hingga ketiga.
“Kalau piala dari lomba-lomba sejak SD sekitar 10,” ungkap Qina.
Ia menambahkan, masuk KKSB sangat menunjang bakatnya. Meskipun ia harus berganti genre dari Pop ke Tembang Jawa atau Karawitan. Artinya, selain jadi penyanyi ia sekarang juga seorang sinden.
Meski harus melakukan penyesuaian Qina mengaku senang. Pasalnya, ia tipikal anak yang senang mencoba hal baru, terutama olah vokal.
Qina menjelaskan, awal penyesuaian dilakukan dengan cara mempelajari notasi yang ada di alat musik Gamelan. Pasalnya, alat musik Gamelan hanya memiliki 5 notasi. Setelah itu, ia mempelajari cengkok Langgam Jawa dengan menyesuaikan nada dan irama Karawitan.
“Notasinyakan beda dengan lagu pop. Jadi harus banyak belajar,” ujar Qina.
Ia pun merasa terbantu dengan adanya sosial media dan Youtube. Pasalnya, saat ini tak sedikit bermunculan sinden-sinden yang bisa dicontoh. Selain itu, mereka juga memberikan tips atau cara dalam menguasai Langgam Jawa.

Gadis kelahiran 3 Februari 2012 itu mengaku, kurang dari setahun bisa menguasai tembang-tembang Jawa. Menariknya, setelah bisa kuasai ia berhasil meraih beberapa juara bersama grup Karawitan SMPN 4 Sidoarjo.
Namun, terkadang karakter nyanyi pop terbawa dalam langgam Jawa. Hal tersebut jadi perhatian penting saat mengikuti lomba atau festival.
“Malah popnya yang masuk lagu Jawa. Jadi harus latihan kalau mau lomba dan biasanya diingatkan sama teman-teman,” kata Qina.
Dimulai dari juara I Lomba Gamelan Pujian Jawa tingkat kabupaten pada 2024 lalu, kemudian dilanjutkan dengan raihan juara III Festival Gamelan Kehuripan 2025.
Qina mengatakan, saat mengikuti Festival Gamelan Pujian Jawa ia harus mempelajari beberapa hal yang belum pernah ia kuasai. Yakni, selain harus menguasai cengkok Jawa ia harus bisa melafalkan beberapa kosakata dalam Bahasa Arab.
“Latihannya 2 kali. Latihan tembang Jawa dan pujian Arab-nya,” terang Qina.
Namun, di antara usahanya berlatih dan keinginan berprestasi ternyata juga ada perhatian dan dukungan dari keluarga. Qina merupakan anak yang beruntung karena berasal dari keluarga yang juga suka bernyanyi. Meskipun, kedua orangtuanya bukan penyanyi professional.
“Kebetulan, papa dan mama suka nyanyi. Setiap hari di rumah tidak pernah sepi dari musik,” ungkap Qina.
Karena itu, tidak hanya bakat yang diturunkan tetapi latihan dan waktu bernyanyi sangat mendukungnya di rumah. Tak hanya kedua orangtuanya, tantenya pun turut mengasah kemampuan bernyanyi.
Ia mengaku, kemampuan artikulasi didapatkan dari rumah. Kemampuan tersebut diasah dengan cara memberikan nyawa atau penekanan di setiap kata-katanya. Artinya, ketika lirik lagu sedih maka harus dibawakan sedih pula.

“Setiap lagukan fill-nya beda-beda. Orang di rumah banyak kasih masukan,” ngakunya.
Saat masih balita, kata Qina, bakatnya sudah tampak. Tak hanya bernyanyi, ia juga memiliki kelebihan dalam public speaking. Sehingga, saat masih sekolah dasar kemampuan tersebut ia asah di sekolah.
Di sekolah dasar Qina sering diberi kesempatan untuk jadi MC, berpidato, presentasi, dan lain-lain. Tak sedikit yang mengakui kemampuan verbal yang dimiliki Qina.
Saat inipun, terkadang ia juga menerima tawaran tampil di stasiun televisi di Surabaya. Meskipun tidak terlalu sering, hal itu sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman dan melatih mental di depan banyak orang.
Ia juga sempat jadi pengisi acara di program Ekspresi Kabaret TVRI Jawa Timur tahun ini. Sebuah ajang yang menampilkan bakat-bakat seni anak-anak sekolah dari berbagai daerah.
Meski telah masuk KKSB Qina mengaku ingin masuk sekolah musik. Harapannya, bisa menyempurnakan teknik atau skill bernyanyinya. Sayangnya, di Sidoarjo masih belum ada lembaga resmi seperti kursus musik atau vokal.
Tak hanya itu, ia pun berencana melanjutkan sekolah ke Malang. Ia ingin mencoba dan merasakan suasana musik di kota tersebut. Sekolah yang ia tuju yakni SMAN 8 Malang.
“Pengen ke sana karena sepertinya atmosphere dan peluang musik di sana lebih bagus,” terang Qina.
Di balik bakat menyanyinya itu ternyata Qina menyimpan keinginan untuk jadi pengusaha. Pasalnya, peluang untuk bisa tetap bernyanyi lebih leluasa.








